Tekan Backlog, Misbakhun: Banyak Dana Murah Bisa Digeser ke BTN

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, secara tegas menyoroti kebijakan pembiayaan properti di Indonesia. Dalam pernyataannya, Misbakhun menekankan perlunya restrukturisasi dalam ketersediaan dana murah untuk mendukung pertumbuhan sektor properti yang lebih berkelanjutan dan menekan backlog perumahan sekitar 12,7 juta.
"Saat ini, kita perlu melakukan penyesuaian dalam pengalokasian dana, terutama dalam mendukung sektor properti agar bisa berkembang secara optimal," ungkap Misbakhun saat acara Prospek Pembiayaan Perumahan di Tahun Politik by BTN x Akurat Zoom, Selasa (26/2/2024).
Menurut Misbakhun, banyak dana murah seperti endowment fund atau dana abadi termasuk dana riset, dana pendidikan, dana pensiun Taspen dan Asabri yang belum dimaksimalkan sektor properti.
Baca Juga: BTN Ingin KPR Subsidi Kian Menjangkau MBR Desil 1 hingga 3
Pun dengan dana dengan karakteristik jangka pangjang seperti yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan instumen Surat Utang Negara atau SUN yang seyogyanya bisa lebih mendukung sektor properti.
Misbakhun menilai pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menggeser sebagian dana dari instrumen dana abadi ataupun dana berkarakter jangka panjang tadi ke BTN guna memperkuat sektor pembiayaan properti.
"Yang selama ini dimainkan di SUN atau pasar modal, bisa digeser ke BTN menjadi dana murah untuk menguatkan sektor pembiayaan. Saya kira pengambil kebijakan ke depan harus melihat ini, ada peluang (KPR subsidi dengan bunga) lebih rendah lagi. FLPP itu selalu habis di tengah jalan karena isunya ketersediaan dana. Jadi semua itu bisa digeser ke BTN untuk memantapkan perumahan sebagai sektor pengungkit pertumbuhan ekonomi," papar Misbakhun.
Selain itu, Misbakhun juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam menghadapi tantangan pembiayaan properti.
"Kolaborasi yang solid antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor properti secara berkelanjutan," tandas Misbakhun.
Dengan pernyataannya yang tajam dan komprehensif, Mukhamad Misbakhun menegaskan komitmennya untuk terus mengadvokasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor properti demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









