Tanggapi Wacana Pembubaran BUMN Menjadi Koperasi, Menteri Erick: Isu Tak Sehat

AKURAT.CO Menteri BUMN, Erick Thohir menilai pandangan timses salah satu paslon yang menyatakan akan membubarkan BUMN dan diganti dengan koperasi sama saja dengan memunculkan pengangguran baru sebanyak 1,6 juta orang yang merupakan pegawai BUMN.
Padahal, Erick menambahkan, selama puluhan tahun para karyawan BUMN telah membuktikan diri sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang pertumbuhannya mencapai 5%.
"Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi, maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang butuh lapangan pekerjaan. Sangat tidak masuk akal. Apalagi selama ini, para karyawan BUMN sudah menunjukkan hasil kerjanya sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan ekonomi Indonesia," ujar Erick Thohir dikutip Minggu (4/2/2024).
Baca Juga: Menteri Erick Thohir Hormati Keputusan Mundur Mahfud MD
Sederet sumbangsih BUMN sebagai agen perubahan dan pada tahun 2023 telah menghasilkan deviden terbesar dalam sejarah dari BUMN ke negara senilai Rp82,1 triliun, menurut Erick, telah menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.
"BUMN itu agent of change atau tempat perubahan dengan munculnya banyak investasi awal seperti kereta api, airport, ataupun saat Covid-19 dengan membagikan vaksin gratis kepada masyarakat. Yang jelas, jika dibubarkan maka 1,6 juta hilang pekerjaan, ditambah keluarganya, ini menurut saya isu yang tidak sehat," tambah Erick.
Erick juga memastikan saat ini, seluruh BUMN bekerja dengan baik dan penugasan-penugasan yang diberikan pemerintah sudah dilakukan dengan baik.
"Jika dinilai ada kekurangan, memang tidak ada yang sempurna. Tapi kita lihat hasilnya hari ini sudah terbukti bagaimana BUMN itu bisa untung Rp250 triliun, sudah memberikan kontribusi besar, kepada negara yang dipakai untuk program-program yang sedang dilakukan pemerintah, seperti program kesehatan, pangan," tegasnya.
Sebelumnya paslon nomor urut 1, Anies Baswedan–Muhaimin Iskanda dikabarkan berencana membubarkan BUMN dan menggantinya dengan koperasi.
Erick menyayangkan ucapan dari dari Timnas Amin yang tidak memikirkan insan BUMN jika diubah menjadi koperasi. Menurut Erick, dirinya tidak menentang koperasi. Karena itu sudah ada kementeriannya sendiri dan selalu berkolaborasi dengan Kementerian BUMN.
"Jadi itu yang namanya keseimbangan, koperasi, UMKM harus ada, investasi harus ada, tentu bagaimana swasta harus ada, harus kita dorong dan juga BUMN harus dijaga karena BUMN dipakai untuk menjaga kestabilan ekonomi seperti yang kita saksikan pada saat Covid, kita ditugaskan untuk adanya vaksin gratis," ucap Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










