Gojek Luncurkan Fitur Baru GoRide Nego, Netizen Kasihani Driver

AKURAT.CO Aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan inovasi baru bagi penggunanya melalui fitur bernama GoRide Nego yang memungkin adanya tawar-menawar harga. Meski begitu, inovasi ini justru kotroversial dan memicu pro-kontra.
Dengan fitur GoRide Nego, pelanggan nantinya dapat menawar harga dari jasa antar jemput yang dipesannya. Aktivitas tawar menawar harga ini dapat dilakukan pelanggan secara langsung dengan driver atau pengemudi ojek online.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sendiri mengaku fitur ini masih berada dalam masa uji coba. Meski memiliki bertujuan memperluas penawaran produk layanan mobilitas roda dua kepada pelanggan yang memprioritaskan harga, namun tak semua pengguna setuju dengan inovasi ini.
Baca Juga: Dampak Kenaikan Harga BBM: Tarif Gojek Resmi Naik, Begini Rinciannya!
Melalui sosial media, netizen ramai mendiskusikan inovasi GoRide Nego yang justru mengundang pro kontra. Sebagian menyetujui manfaat inovasi ini, sementara sebagian yang lain masih mempertanyakan keuntungan yang didapatkan pelanggan serta pengemudi ojek online sendiri.
Salah satu publik figur Indonesia pun ikut berkomentar. Melalui akun X-nya, @ernestprakasa, sutradara dan komedian Ernest Prakasa mengungkapkan pendapatnya atas tarif Gojek normal yang belum tentu memberikan keuntungan bagi pengemudi ojek online.
“Gw rutin naik ojek sejak jauh sebelum ada gojek. Menurut gw, tarif naik ojek di Gojek itu saat ini terlalu murah,” tulisnya pada (31/10/2023) lalu.
“Jarak rumah ke kantor gw sekitar 3 km. Itu terakhir naik Gojek, bayarnya 11 ribu. 11 ribu itu driver kebagian apa coba? Untungnya ada fitur tipping, jadi masih bisa nambahin disitu,” tambahnya.
Tak hanya Ernest, sejumlah netizen juga mempertanyakan hal yang sama terkait kesejahteraan pengemudi ojek online dengan adanya fitur ini.
“GoRide Nego selama argonya full masuk ke mitra (pengemudi) rasanya bagus. Cuma kalo dipotong lagi yaa amsyong. Ngojek tuh yang mahal perawatannya,” tulis akun @rainhurry.
“Ih kasihan loh kalo ada fitur GoRide Nego. Penghasilannya (pengemudi) makin kurang. Harga normal aja kadang gak cukup buat beli bensin sama kebutuhan sehari-harinya,” tulis akun @ChanRenjana.
Sejumlah netizen juga meminta agar potongan harga dari negosiasi yang berlaku diambil dari biaya aplikasi, bukan berasal dari tarif untuk pengemudi.
“Gimana kalo harga buat driver Gojeknya tetep, tapi yang dinego itu biaya aplikasinya aja?” tulis akun @ardhibhironx.
“GoRide Nego kalo yang ilang/dipotong income dari service fee sih gapapa ya,” tulis akun @arifnurrachman.
Meski banyak komentar kontradiktif, namun sejumlah netizen masih mendukung percobaan inovasi ini.
“Layanan negosiasi for win win solution. Lagipula ini program uji coba dimana sistem GPS dan sistem online terdata modifikasi tidak ada di Gojek pangkalan!” tulis akun @prasetyopeuru.
“GoRide Nego? Kalo dapet orderan GoRide Nego enak pesen kopi dulu kayaknya biar negonya tenang. Kalo gak cocok negonya tinggal lanjut ngopi,” tulis akun @takdir1978.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









