Tendensius ke Prabowo, Hasil Survei SMRC Diminta Dikaji Kritis

AKURAT.CO Fenomena angka survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait penurunan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan banyak pihak.
Pengamat politik dari UPN Veteran Jakarta, Asep Kamaludin, merespons bahwa hasil survei tersebut perlu dibedah secara kritis, proporsional, dan komprehensif.
Hal itu dikarenakan SMRC memiliki rekam jejak kedekatan dengan kelompok politik tertentu yang berseberangan dengan Prabowo.
"Saiful Mujani dan lembaga SMRC secara rekam jejak memiliki kedekatan dengan narasi politik tertentu yang kerap berseberangan dengan kubu Prabowo Subianto dalam beberapa siklus pemilu terakhir," jelas Asep, kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Terlebih, kata Asep, hasil survei memiliki frame nalisis yang tendensius. Mengingat latar belakang dan kecenderungan analisis figur yang memimpin lembaga survei tersebut dapat menjadi bagian dari konteks yang patut diperhatikan.
"Hal ini berisiko menciptakan persepsi terarah dibanding memotret kenyataan secara netral," ujarnya.
Sebab itu, penilaian terhadap validitas hasil survei tetap perlu didasarkan pada bukti metodologis yang dapat diuji. Bukan semata-mata pada dugaan afiliasi politik.
Asep juga menekankan pentingnya mencermati aspek metodologis dalam membaca hasil survei. Mulai dari penyusunan pertanyaan, simulasi pilihan kandidat, hingga cara hasil penelitian disampaikan kepada publik.
"Melihat elektabilitas seorang presiden yang sedang menjabat (incumbent) di awal atau pertengahan masa jabatan hanya menggunakan simulasi elektabilitas pilpres memiliki beberapa kelemahan fundamental," jelasnya.
Menurut Asep, pembacaan terhadap survei SMRC perlu dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan metode pengambilan sampel, waktu pelaksanaan, tingkat kesalahan, serta konsistensi hasil pengukuran.
Baca Juga: Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo




