Akurat Logo

Studi SMRC soal Kepemimpinan Nasional: Mahfud MD Teratas, Ungguli Prabowo dan Gibran

Putri Dinda Permata Sari | 15 Oktober 2026, 13:49 WIB
Studi SMRC soal Kepemimpinan Nasional: Mahfud MD Teratas, Ungguli Prabowo dan Gibran
Pendiri SMRC, Saiful Mujani, dalam paparannya merilis hasil studi opinion leaders mengenai kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif menjelang 2029. (YouTube SMRC)

AKURAT.CO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memaparkan hasil studi mengenai kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif menjelang 2029.

Dalam penilaian yang melibatkan 200 opinion leaders, Mahfud MD memperoleh skor tertinggi, sedangkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep berada di posisi terbawah.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan studi tersebut mengukur kualitas sejumlah tokoh melalui sepuluh aspek kepemimpinan. Penilaian dilakukan menggunakan skala 0–10 berdasarkan persepsi para responden yang terlibat dalam riset.

Mahfud meraih skor rata-rata 7,6. Di bawahnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masing-masing memperoleh nilai 7,0.

“Jadi rata-rata skornya kalau kita semua gabungkan dan dibagi sembilan. Mahfud 7,6, Ahok 7, Anies 7, Dedi Mulyadi 7, Zainal Arifin Mochtar 7. Jadi kurang lebih samalah tokoh-tokoh ini,” kata Saiful dalam pemaparan hasil studi SMRC secara daring, Kamis (15/10/2026).

Ia kemudian menyebut sejumlah tokoh yang memperoleh nilai lebih rendah. Presiden Prabowo Subianto mencatatkan skor rata-rata 5,1, sedangkan Bahlil Lahadalia dan Zulkifli Hasan masing-masing meraih 4,9.

Gibran memperoleh nilai 4,4, sementara Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mendapat skor 4,0, terendah di antara tokoh-tokoh yang dinilai.

Saiful menyimpulkan Mahfud memiliki penilaian paling tinggi secara keseluruhan dalam studi tersebut.

Menurutnya, posisi itu tercermin dari hasil pengukuran di berbagai kategori kepemimpinan yang digunakan SMRC.

“Itu temuan kami dari studi opinion leader ini tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif menjelang 2029. Nah, kalau kita lihat, kita simpulkan, dilihat dari berbagai ukuran atau representasi atau kelompok. Profesor Mahfud adalah yang secara umum dinilai yang terbaik, kira-kira begitu dari semua yang ada itu. Dengan skor paling tinggi, dari berbagai kategori,” ujarnya.

Selain Mahfud, Saiful menyoroti Dedi Mulyadi karena dinilai memiliki keselarasan antara penilaian positif para opinion leaders dan penerimaan masyarakat secara umum.

Ia merujuk pada sejumlah survei nasional yang, menurutnya, menunjukkan tingkat kesukaan masyarakat terhadap Dedi berada di atas 90 persen.

Saiful menilai keselarasan tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan Dedi dari tokoh lain dalam studi ini.

“Kemudian ini mewakili antara persepsi positif opinion leader dengan preferensi di tingkat publik nasional terhadap dia. Dukungan terhadap dia, penilaian terhadap dia. Misalnya Dedi Mulyadi itu di survei-survei nasional yang suka sama Dedi itu di atas 90, sejauh ini ya,” kata Saiful.

Ia juga menjelaskan sejumlah tokoh memiliki posisi berbeda berdasarkan latar belakang dan peran mereka.

Ahok disebut mewakili politisi yang saat ini tidak memegang jabatan publik, sedangkan Pramono Anung memperoleh skor tertinggi di antara politisi yang sedang menduduki jabatan publik.

Sementara itu, Zainal Arifin Mochtar dipandang sebagai representasi kalangan intelektual independen yang kritis terhadap pemerintah.

Baca Juga: SM+ Akuisisi Bisnis Data Center Enterprise PDG di Indonesia

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.