Akurat Logo

Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie

Moehamad Dheny Permana | 11 Oktober 2026, 13:04 WIB
Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sigit Widodo. (Sumber foto: Instagram @sigitwid)

AKURAT.CO Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sigit Widodo, menanggapi polemik mengenai keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menilai, tudingan yang diarahkan kepada mantan Wali Kota Solo tersebut tidak masuk akal dan mengajak masyarakat melihat persoalan itu secara rasional.

Sigit kemudian membandingkan polemik ijazah Gibran dengan riwayat pendidikan Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, yang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Jerman.

Menurut Sigit, Habibie tidak menyelesaikan pendidikan sarjana di perguruan tinggi dalam negeri.

Habibie sempat menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung, selama enam bulan sebelum melanjutkan studi ke Jerman.

Di negara tersebut, Habibie meraih gelar Diplom-Ingenieur dan kemudian gelar Doktor-Ingenieur dari Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen.

Melalui akun X pribadinya, @sigitwid, Sigit menyindir cara berpikir pihak-pihak yang mempersoalkan ijazah Gibran.

Ia menilai logika tersebut dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru jika diterapkan pada riwayat pendidikan tokoh lain.

"Kalau mengikuti logika @dennyindrayana dan sekian banyak buzzer yang tengah dikerahkan untuk mendeskreditkan Mas Gibran, Pak Habibie hanya lulus SMA karena tidak bisa menunjukkan ijazah S1," ujar Sigit, dikutip Minggu (11/10/2026).

Sigit menegaskan, masyarakat perlu menggunakan nalar yang jernih dalam menyikapi isu tersebut.

Baca Juga: HNW: Putusan MK Soal Ijazah Gibran Kita Hormati dan Perlu Dibaca secara Utuh

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.