Soroti Rapimnas Ricuh, DPD I AMPI Sulsel: Munas Dipaksakan dan Rentan Cacat Hukum

AKURAT.CO Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) di Grand Puri Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, resmi ditutup pada Senin (28/9/2026). Kendati forum memutuskan Musyawarah Nasional (Munas) tetap digelar pada Selasa (29/9/2026), proses pengambilan keputusan tersebut menuai kecaman keras dari daerah karena dinilai menabrak Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta merusak marwah organisasi.
Kritik tajam salah satunya datang dari Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD AMPI Sulawesi Selatan, Ute Nurul Akbar. Ia menilai dinamika persidangan yang sempat diwarnai ketegangan dan kericuhan antarpaserta merupakan reaksi wajar atas tahapan organisasi yang dijalankan secara serampangan dan dipaksakan.
Baca Juga: Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati
"Kericuhan yang terjadi di arena Rapimnas adalah alarm keras dari kader. Kami melihat ada pemaksaan kehendak dan tahapan yang tidak sehat. Pengurus pusat terkesan ingin buru-buru menggelar Munas tanpa mengindahkan asas legalitas dan tata tertib yang berlaku di AMPI," tegas Ute usai persidangan.
Sorotan utama Ute tertuju pada mekanisme pendaftaran kandidat ketua umum yang dinilai melangkahi aturan main organisasi. Pendaftaran kandidat justru telah dibuka dan ditutup mendahului pelaksanaan Rapimnas.
"Ini fatal secara konstitusi organisasi. Sesuai regulasi baku, masa pendaftaran calon ketua umum baru sah dibuka setelah Rapimnas selesai menetapkan landasan Munas, bukan mendahuluinya. Mekanisme ini jelas dibalik dan melanggar tata tertib," ujar Ute.
Selain itu, Ute menyayangkan kewenangan Rapimnas yang direduksi secara sepihak. Menurutnya, Rapimnas semestinya menjadi forum strategis untuk memusyawarahkan tema Munas, rancangan materi, hingga kepastian jadwal secara demokratis bersama pengurus daerah.
"Faktanya di lapangan, forum hanya dijadikan formalitas 'main ketok palu' tanpa ruang dialektika yang substansial. Pandangan daerah diabaikan, lalu sidang serta-merta ditutup. Penyelenggaraan seperti ini membuat Munas terancam kehilangan legitimasi hukum maupun moral," lanjutnya.
Ute mengingatkan bahwa ketiadaan cacat hukum dalam setiap fase menuju Munas merupakan syarat mutlak agar suksesi kepemimpinan yang terpilih kelak diakui secara sah, solid, dan memiliki legitimasi penuh, baik di mata kader seluruh Indonesia.
Baca Juga: Sinopsis Wanted Man: Misi ke Meksiko Berubah Jadi Perburuan Mematikan
Agenda suksesi kepemimpinan untuk menggantikan masa jabatan Jerry Sambuaga kini dinilai berada di persimpangan jalan. Ute menegaskan, catatan merah tata kelola DPP AMPI, termasuk pergantian posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) hingga empat kali dalam satu periode, seharusnya menjadi pelajaran berharga, bukan justru ditutup dengan preseden buruk berupa suksesi kilat yang melanggar aturan.
"Kami dari DPD AMPI Sulsel mendesak DPP untuk kembali ke rel konstitusi organisasi. AMPI didirikan dengan marwah pembaharuan dan integritas kader. Jangan korbankan legitimasi organisasi hanya demi memuluskan kepentingan suksesi yang cacat prosedur," pungkas Ute.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel




