Alasan PDIP Usul Pileg dan Pilpres Dipisah, Banyak Caleg Tenggelam

AKURAT.CO PDI Perjuangan mendorong agar pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dipisahkan.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menilai pemisahan tersebut diperlukan, agar masyarakat dapat lebih mengenal calon legislatif sebelum menentukan pilihannya.
Ia mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi mengenai keserentakan pemilu membuka ruang bagi pembentuk undang-undang untuk melakukan rekayasa konstitusional, terkait desain pemilu.
Menurut Said, pembahasan yang berkembang di DPR mengarah pada pelaksanaan pileg terlebih dahulu. Yang kemudian dilanjutkan dengan pilpres.
"Ada keputusan MK tentang keserentakan. Keputusan pertama dulu itu keserentakan pilkada. Serentaklah pilkada kita, itu final dan binding. Muncul lagi final dan binding juga. Keserentakan lagi. Walaupun MK memberikan keleluasaan tafsir yaitu rekayasa konstitusional," jelasnya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Demokrat Usulkan Dapil Nasional di RUU Pemilu
"Oleh karenanya yang berkembang di DPR, di fraksi-fraksi, pemilu itu pileg, DPR RI, DPD, DPRD kabupaten, DPRD provinsi, satu rezim tersendiri. Habis itu baru pilpres," sambungnya.
Said menilai pelaksanaan pileg dan pilpres secara bersamaan dalam satu Waktu membuat kontestasi legislatif kurang mendapat perhatian masyarakat. Sebab, perhatian publik lebih banyak terserap oleh pertarungan calon presiden.
"Karena apa? Memang disadari dalam setiap kontestasi pilpres, pileg itu hampir tenggelam. Yang dominan selalu pilpres, yang dibaca rakyat selalu pilpres," ujarnya.
Ketua Badan Anggaran DPR itu juga menilai efek ekor jas, atau coattail effect, dari pelaksanaan pilpres terhadap perolehan suara parpol tidak terlalu terasa.
"Padahal coattail effect-nya juga tidak ada. Kecuali jas presiden saja calonnya, yang pakai jas. Ke partai politik hampir tidak ada," beber Said.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 6Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 7Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 8Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








