Qodari Diminta Ubah Pola Komunikasi ke Masyarakat, BRIN: Bisa Contoh Mensesneg

AKURAT.CO Pola komunikasi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, perlu diperbaiki agar tidak terus memunculkan kontroversi yang berpotensi berdampak pada citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, mengatakan pejabat yang bertugas menyampaikan komunikasi pemerintah seharusnya mampu memberikan informasi secara terukur dan tidak menimbulkan polemik di ruang publik.
"Ya saya kira memang perlu diperbaiki cara komunikasinya sehingga tidak memunculkan kontroversi," katanya saat dihubungi Akurat.co, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Gaya Komunikasi Qodari Berisiko Turunkan Kepercayaan Publik ke Pemerintah
Menurut dia, gaya komunikasi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dapat menjadi contoh bagi pejabat yang bertugas menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat.
"Saya kira gaya komunikasi dan tutur kata yang dikemukakan oleh Mensesneg perlu ditiru. Dia kalau merespons atau menyampaikan informasi terukur dan tidak muncul kontroversi," ujarnya.
Romli menilai komunikasi pemerintah yang baik tidak bertujuan menjelaskan kebijakan, tetapi juga meredam polemik dan membangun kepercayaan publik.
Karena itu, dia mengingatkan bahwa apabila pola komunikasi yang memicu kontroversi terus dipertahankan, kondisi tersebut justru dapat memperburuk persepsi masyarakat terhadap pemerintah.
Baca Juga: Gaya Komunikasi Qodari Belum Mampu Jembatani Pemerintah dengan Publik, Bisa Jadi Bumerang
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi resistensi publik, dia menilai gaya komunikasi yang tidak diperbaiki dapat membawa dampak negatif bagi pemerintahan. "Akan memperburuk situasi dan citra presiden," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bakom Muhammad Qodari menjadi sorotan publik menyusul sejumlah pernyataannya yang menuai perdebatan di ruang publik.
Sejumlah pengamat menilai pejabat komunikasi pemerintah perlu mengedepankan komunikasi yang lebih efektif, terukur, dan mampu menjembatani hubungan pemerintah dengan masyarakat, terutama dalam merespons kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









