Gaya Komunikasi Qodari Bermasalah, Bakom Jadi Lebih Suka Menyerang daripada Mendengar

AKURAT.CO Gaya komunikasi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, kembali menuai sorotan.
Kali ini, kritik muncul setelah Qodari terlibat debat terbuka dengan perwakilan mahasiswa dalam sebuah acara di televisi nasional.
Aktivis senior dan analis politik, Ray Rangkuti, menilai Qodari memiliki karakter komunikasi yang agresif dan cenderung menyerang.
Menurutnya, pola komunikasi tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai arah strategi komunikasi pemerintah.
"Saya tidak tahu apakah memang Pak Prabowo sengaja mencari orang yang tipenya penyerang, bukan bertahan. Qodari ini memang tipe penyerang," kata Ray saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).
Direktur Eksekutif Lingkar Madani itu mengatakan publik seharusnya tidak lagi berharap akan terjadi perubahan gaya komunikasi dari Qodari.
Menurutnya, karakter komunikasi Kepala Bakom RI memang cenderung konfrontatif, bukan persuasif.
"Jangan berharap dia akan bicara lemah lembut, mau mendengar, atau tampil low profile. Tidak ada itu," ujarnya.
Ray juga menilai Bakom RI belum mampu menjalankan fungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan kelompok-kelompok kritis di masyarakat.
Akibatnya, ruang publik justru dipenuhi polemik yang berkepanjangan.
"Kalau mereka mampu menjembatani kelompok kritis, tidak akan seribut seperti sekarang. Aspirasi masyarakat mestinya bisa masuk ke pemerintah," katanya.
Baca Juga: Gaya Komunikasi Qodari Tuai Kritik: Kepala Bakom Harus Humanis, Bukan Menyerang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








