PDIP Sindir Ambisi PSI Ubah Jawa Tengah Jadi 'Kandang Gajah'

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) merespons sinis target Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berambisi mengubah status Jawa Tengah dari "Kandang Banteng" menjadi "Kandang Gajah".
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menilai ambisi tersebut sebagai bentuk kesombongan politik yang tidak realistis jika melihat kekuatan elektoral PSI saat ini.
Menurutnya, pernyataan PSI tidak perlu ditanggapi secara berlebihan mengingat partai tersebut belum memiliki basis massa yang kuat.
"Itu hanya bentuk kesombongan PSI, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan. Kalau PSI itu parpol besar di 2024, terus bilang mau rebut kandang Banteng, itu lebih masuk akal," kata Guntur saat dihubungi Akurat.co, Senin (6/7/2026).
Guntur kemudian mengungkit kegagalan PSI menembus parlemen pada Pemilu 2024 lalu. Padahal, saat itu PSI mendapat dukungan penuh dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
"PSI di 2024 saja gagal masuk parlemen, meski didukung penuh oleh Jokowi yang waktu itu masih presiden, dengan tagline 'PSI Partai Jokowi' dan memasang foto Jokowi di semua baliho," ujarnya.
Baca Juga: Sikap Politik PDIP Disebut Abu-abu, Puan Membantah: Posisi Kita Jelas!
Ia menambahkan, jika saat Jokowi masih menjabat sebagai presiden saja PSI gagal lolos ke DPR RI, maka peluang partai tersebut akan semakin kecil di masa mendatang setelah Jokowi purnatugas.
"Jadi presiden saja Jokowi gagal meloloskan PSI, apalagi (sekarang) tidak jadi presiden. PSI ini jumawa saja," tegas Guntur.
Pernyataan keras Guntur ini merupakan respons atas target Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah.
Sebelumnya, Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo, melontarkan target untuk merebut dominasi politik di provinsi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Yogo saat mengumumkan rencana safari politik Jokowi ke sejumlah daerah di Jawa Tengah yang dijadwalkan pada pertengahan Juli ini.
Selama ini, Jawa Tengah dikenal sebagai basis utama sekaligus benteng pertahanan terkuat PDIP, yang populer dengan julukan "Kandang Banteng".
Saling sindir antara kedua partai ini pun mulai memanaskan tensi dan dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









