Pakistan Dukung Penuh Kepemimpinan Indonesia di D-8

AKURAT.CO Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid H. Chaudary, menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi Developing-8 (D-8).
Ia juga menegaskan komitmen Pakistan untuk menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April mendatang.
“Pakistan dan Indonesia sama-sama anggota pendiri D-8, dan Pakistan memiliki harapan tinggi terhadap kepemimpinan Indonesia di organisasi ini,” ujar Zahid di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Tahun ini, Indonesia akan memegang estafet kepemimpinan D-8 untuk periode 2026–2027. Serah terima kepemimpinan direncanakan berlangsung dalam KTT mendatang di Jakarta.
Selama masa kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity.
Tema tersebut menekankan pentingnya kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama dalam menghadapi dinamika global, sejalan dengan semangat Dasasila Bandung.
Zahid menilai peran Indonesia sangat krusial dalam memperkuat posisi D-8 di tengah tantangan ekonomi global. Karena itu, Pakistan menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda dan prioritas Indonesia.
Baca Juga: Ramadan 2026, Wardah Luncurkan Gerakan Quran Global
“Kami sangat menantikan kerja sama dengan Indonesia, tidak hanya untuk KTT mendatang, tetapi juga demi keberhasilan D-8 sebagai organisasi,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral di luar kerangka D-8.
Menurutnya, Indonesia dan Pakistan mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia, sehingga memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat kolaborasi, baik secara bilateral maupun melalui berbagai forum internasional.
“Penting bagi kedua negara untuk bekerja sama melalui semua platform yang tersedia, termasuk PBB, OKI, D-8, dan ASEAN,” imbuhnya.
Dengan kepemimpinan Indonesia, D-8 diharapkan mampu memainkan peran lebih signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan bersama bagi negara-negara anggota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








