AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali menjadi sorotan publik usai namanya disinggung dalam materi stand up comedy Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono.
Materi tersebut memuat sindiran bernuansa politik yang menuai pro dan kontra di ruang publik.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai Gibran dikenal sebagai figur yang santai dan tidak mudah terpancing oleh kritik maupun perundungan.
“Gibran itu tipikal sosok yang cuek dengan urusan bully dan kritik. Biasanya selalu dibawa santai,” kata Adi saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Menurut Adi, sejak menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran sudah terbiasa menghadapi berbagai serangan verbal dan kritik tajam. Pengalaman tersebut membuatnya relatif kebal terhadap tekanan opini publik.
“Dia tampaknya sudah kenyang dengan bully dan serangan keras, sehingga terlihat cuek,” ujarnya.
Adi menilai, Gibran memiliki cara tersendiri dalam merespons kritik.
Salah satunya terlihat ketika Gibran menggunakan lagu milik Pandji Pragiwaksono sebagai latar musik dalam unggahan kunjungannya ke Doss Guava XR Studio di akun Instagram @gibran_rakabuming.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Gibran tidak hanya berani menghadapi kritik, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi respons yang positif.
Baca Juga: Gibran Minta Kasus Pandji Tak Dibesar-besarkan: Kritik di Panggung Komedi Itu Wajar
“Sikap santai itu yang membuat imun politik Gibran terlihat kebal terhadap kritik keras,” jelas Adi.
Ia menambahkan, gaya komunikasi Gibran yang tidak reaktif mencerminkan pendekatan politik yang lebih terbuka dan adaptif terhadap dinamika kritik publik.
Sebelumnya, materi Mens Rea Pandji ramai diperbincangkan setelah ia melakukan roasting terhadap ekspresi Gibran di atas panggung.
Dalam penampilannya, Pandji menyinggung fenomena pemilih yang menilai pemimpin dari penampilan fisik.
“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya, Anies manis ya,” ucap Pandji.
Candaan tersebut kemudian diarahkan kepada Gibran dengan menyebut ekspresi Wakil Presiden terkesan mengantuk.
Materi itu disambut tawa penonton, namun memicu perdebatan di ruang publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










