Megawati Pererat Hubungan dengan Prabowo, Ingin Kongres PDIP Berjalan Tanpa Intervensi

AKURAT.CO Hubungan antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin erat dan tidak ada gesekan.
Hal ini semakin nyata, seiring dengan pernyataan Megawati yang menyebut ada seorang presiden yang kerap rindu dengan nasi goreng buatannya.
"Saya kira apa yang disampaikan Ibu Megawati itu bisa diinterpretasikan bahwa hubungan dengan Pak Prabowo sangat baik dan dekat, tidak ada perbedaan apalagi permusuhan di antara keduanya," ujar Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Lili Romli, saat dihubungi Akurat.co, Minggu (11/5/2025).
Menurutnya, sinyal kedekatan ini bisa dibaca sebagai langkah Megawati memperkuat relasi personal dan politik dengan Prabowo menjelang Kongres ke-6 PDIP.
Baca Juga: Politik Nasi Goreng: Simbol Menguatnya Jalinan Megawati dan Prabowo
Dalam konteks tersebut, Megawati dinilai ingin memastikan bahwa forum internal partai berlangsung aman, tertib, dan tanpa intervensi dari kekuatan luar.
"Saya kira Ibu Mega dan PDIP ingin agar kongres berjalan lancar dan baik serta aman, tidak ada gangguan, termasuk tidak ada intervensi dari siapa pun," tutur dia.
Dia menilai, menjaga hubungan baik dengan Prabowo juga menjadi bagian dari strategi politik Megawati untuk mengamankan jalannya kongres partai. Terlebih, PDIP disebut sedang mewaspadai potensi gangguan dari aktor eksternal yang mungkin memanfaatkan momentum kongres.
"Keinginan itu tentu jika jadi bertemu lagi dengan Presiden Prabowo. Saya kira, sikap seperti itu penting sebagai bagian dari kenegarawanan," tutup Romli.
Adapun Kongres ke-6 PDIP direncanakan digelar tahun ini dan akan menjadi panggung penting dalam menentukan arah politik partai pasca-Pemilu 2024, termasuk sikap resmi terhadap pemerintahan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







