Akurat

Jadi Tersangka, Hasto Akui Diterima Baik oleh 'Warga Merah Putih'

Oktaviani | 26 Februari 2025, 15:23 WIB
Jadi Tersangka, Hasto Akui Diterima Baik oleh 'Warga Merah Putih'

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa kondisinya saat ini baik-baik saja, setelah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia mengaku, diterima dengan baik oleh para tahanan lain yang disebutnya sebagai 'warga Merah Putih'. Bahkan saat menjalani isolasi, dia mendapat berbagai bentuk dukungan, termasuk kopi dan teh.

"Semangat saya tetap bergelora karena ini adalah perjuangan untuk keadilan. Indonesia harus terbebas dari campur tangan kekuasaan yang menjadikan hukum sebagai alat penindasan," kata Hasto, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Hasto pun terus menyebarkan semangat juang, dengan mengingatkan prinsip 'Satyam Eva Jayate' yang berarti kebenaran akan menang.

Baca Juga: Jadi Tahanan KPK, Hasto Titip Pesan ke Kader PDIP: Jaga Megawati

Dirinya berpesan, agar seluruh kader PDI Perjuangan, seluruh simpatisan dan anggota tetap menjaga semangat juang, dan menjaga marwah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Pesan saya tetap jaga seluruh semangat juang, jaga Ibu Megawati Soekarnoputri marwahnya dari mereka yang ingin mengaduk-aduk PDI Perjuangan. Tetap semangat dan Merdeka, mohon doa restunya dari seluruh masyarakat Indonesia, keadilan pasti akan menang. Merdeka!" kata Hasto

KPK diketahui mengembangkan kasus suap pergantian antar waktu (PAW) yang menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan buronannya, Harun Masiku.

Dari pengembangan itu, KPK kemudian menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Donny Tri Istiqomah yang merupakan kader PDIP sekaligus pengacara, sebagai tersangka.

Selain kasus suap, Hasto juga dijerat jadi tersangka atas dugaan perintangan penyidikan. Hasto diduga berusaha menghalangi proses hukum Harun Masiku.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
S