PDIP Bakal Jadi Oposisi Sinergis, Tapi Bisa Jadi Bumerang untuk Prabowo

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai akan menjadi oposisi sinergis bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana, PDIP bisa menjadi mitra yang bersinergi dengan pemerintah meski tidak masuk dalam kabinet.
"Istilah saya oposisi sinergis. Satu posisi yang terbuka untuk saling bekerja sama, saat yang sama tetap kritis terhadap pemerintah. Dapat bertemu dalam isu-isu tertentu tapi tetap berada di luar kekuasaan," kata Pengamat politik, Ray Rangkuti, kepada Akurat.co, Senin (13/1/2025).
Menurutnya, oposisi sinergis ini tidak hanya menguntungkan PDIP, namun juga baik untuk panjang umurnya demokrasi Tanah Air. Meski demikian, posisi ini akan mengancam posisi Prabowo.
"Posisi ini, bukan saja penting bagi demokrasi kita, tapi juga penting bagi PDIP sendiri. Dengan posisi ini, PDIP punya potensi akan menjadi kekuatan besar lagi pada pemilu 2029 yang akan datang. Apalagi bila ditopang oleh makin meluasnya kekecewaan masyarakat atas kinerja pemerintahan Prabowo," jelasnya.
Baca Juga: Posisi Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP Bakal Dibahas Setelah Proses Hukum di KPK Rampung
Dia menilai, akan sulit bagi Prabowo meningkatkan kepuasan masyarakat seperti pada saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin. Sehingga, hal ini justru menguntungkan PDIP.
"Dan saya kira, pemerintahan ini akan kesulitan naik ke tingkat kepuasan seperti terjadi kepada pemerintahan Jokowi. Bila terus memburuk akan menguatkan persepsi orang bahwa Jokowi besar itu karena didampingi oleh PDIP. Alias, PDIP akan kembali diperbincangkan sebagai partai yang dapat mengawal Jokowi hingga sukses. Setelah PDIP di luar kekuasaan, kenyataannya, kinerja pemerintah yang berkuasa terus merosot," bebernya.
Jika terus merosot, ada kemungkinan Prabowo menarik PDIP masuk ke dalam kabinet dan mendepak sejumlah partai politik yang ada dalam koalisinya.
"Dalam hal ini, tidak menutup kemungkinan Prabowo menarik PDIP dan mengeluarkan satu atau dua partai dari koalisinya. Tentu, hal ini akan terjadi bila PDIP-nya sendiri berkeinginan masuk ke pemerintahan Prabowo," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






