Akurat Logo

PDIP Lebih Tepat Jadi Oposisi Loyal, BRIN: Kritik Konstruktif Tidak Cuma Cari-cari Kesalahan

Paskalis Rubedanto | 11 Januari 2025, 17:00 WIB
PDIP Lebih Tepat Jadi Oposisi Loyal, BRIN: Kritik Konstruktif Tidak Cuma Cari-cari Kesalahan

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) dinilai lebih bijak jika memilih jalur oposisi loyal terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pandangan ini mencuat menyusul pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan HUT ke-52 PDIP.

Meski menegaskan hubungannya dengan Prabowo tetap harmonis, Megawati menyatakan partainya lebih nyaman berada di luar lingkar kekuasaan.

Pengamat politik sekaligus peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah Megawati adalah keputusan tepat demi menjaga keseimbangan demokrasi.

“Hubungan Megawati dan Prabowo memang baik sejak lama, bahkan sejak keduanya maju bersama di Pilpres 2009. Namun, mempertahankan PDIP di luar pemerintahan adalah langkah penting untuk memastikan adanya penyeimbang yang sehat,” ujar Romli kepada Akurat.co, Sabtu (11/1/2025).

Baca Juga: Tuduhan PDIP Soal KPK Edisi Jokowi Tak Berdasar

Romli menegaskan, tanpa oposisi yang kuat, demokrasi bisa lumpuh karena tidak ada mekanisme pengawasan yang efektif.

"Jika semua partai masuk ke dalam pemerintahan, ini bisa mematikan demokrasi. Sebaiknya PDIP tetap berdiri di luar sebagai oposisi konstruktif yang memberikan kritik membangun, bukan sekadar mencari-cari kesalahan."

Ia menambahkan, PDIP bisa memainkan peran penting sebagai oposisi loyal yang memberi masukan strategis tanpa berupaya menjatuhkan pemerintah.

“Oposisi loyal itu mengawal pemerintahan dengan kritik yang membangun. Ini akan memperkaya iklim demokrasi, bukan malah menciptakan polarisasi yang destruktif.”

Dalam pidatonya di Sekolah Partai Lenteng Agung, Megawati menyindir spekulasi publik yang menyebut dirinya berseteru dengan Presiden Prabowo.

Baca Juga: Keputusan Pergantian Ketua Umum dan Sekjen PDIP Akan Ditentukan di April 2025

“Orang mikir saya sama Pak Prabowo musuhan, ya enggak,” katanya sambil menegaskan hubungan baik di antara mereka.

Meski demikian, ia mengaku pernah meminta Prabowo untuk melindungi kader-kader PDIP.

“Sebagai ketua umum, perasaan kita sama saat anak buah diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

Megawati mengaku telah menegaskan kepada Prabowo bahwa PDIP akan tetap di luar pemerintahan sebagai bagian dari strategi politik. “Mas, biar saja aku di sini, situ rame-rame saja di sana (koalisi),” ucapnya dengan santai.

Ia juga menyinggung bahwa meskipun jarang bertemu Prabowo, hal itu bukan karena kesombongan.

"Bukan sombong, tapi aku lagi mumet, anak-anak banyak yang kalah,” ujar Megawati, sembari menyebut dirinya pernah membuatkan nasi goreng untuk Prabowo.

Megawati pun menutup pernyataannya dengan nada tegas. “Ini strategi politik. Ngono wae kok ora iso mikir,” pungkasnya.

Baca Juga: Pimpinan MPR Titip Pesan untuk Pramono Anung dan Rano Karno: Atasi Polusi Udara Jakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.