Penghapusan Presidential Threshold Bisa Ciptakan Pilpres Dua Putaran

AKURAT.CO Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen. Keputusan ini diambil dengan alasan untuk mencegah polarisasi di tengah masyarakat.
Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, menilai langkah MK tersebut tidak akan efektif dalam mengurangi polarisasi. Sebaliknya, dia justru melihat potensi permasalahan baru yang dapat muncul akibat penghapusan presidential threshold ini.
"Potensi pasangan calon bisa sebanyak jumlah parpol peserta pemilu. Bayangkan jika ada 18 capres-cawapres, kan repot," kata Yusak saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2025).
Baca Juga: Penghapusan Presidential Threshold Bisa Tingkatkan Partisipasi Politik
Menurutnya, semakin banyak pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang bertarung, peluang terjadinya pemilu presiden dua putaran juga semakin besar. Hal ini sesuai dengan Pasal 6A ayat 3 UUD 1945, yang mengatur pilpres dua putaran jika tidak ada pasangan yang mencapai suara mayoritas.
"Pilpres 2004 dengan jumlah 5 capres-cawapres saja berlangsung dua putaran. Apalagi kalau jumlahnya lebih dari 5 pasangan," jelasnya.
Jika pilpres berlangsung dalam dua putaran, justru polarisasi yang ingin dicegah oleh MK berpotensi semakin tajam. Dalam putaran kedua, hanya dua pasangan calon yang bertarung, sehingga masyarakat cenderung terbelah.
"Nah kalau terjadi dua putaran, pasti akan terjadi polarisasi karena hanya dua paslon yang bisa ikut di putaran kedua sesuai konstitusi Pasal 6A ayat 4. Jadi alasan polarisasi yang disampaikan MK saya kira kurang tepat," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







