Meski Ambang Batas Dihapus, Prabowo Tetap Jadi Figur Terkuat di Pilpres 2029

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, disebut tetap menjadi figur terkuat pada Pilpres 2029, meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus syarat ambang batas (presidential threshold) pencalonan presiden dan wakil presiden.
Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio alias Hensat, mengatakan kekuatan Prabowo sebagai petahana diyakini tidak akan mampu digoyang dengan kemunculan calon-calon lain, pasca adanya penghapusan ambang batas pencalonan.
"Jadi, kalau kita bicara 2029 per hari ini, walaupun threshold calon presiden dibebaskan, Pak Prabowo tetap menjadi calon dalam pilpres 2029 nanti atau sebagai calon kuat pemenang Pilpres 2029 nanti," kata Hensat melalui keterangan yang diterima Akurat.co, Kamis (2/1/2024).
Baca Juga: MK Hapus Ambang Batas 20 Persen Pencalonan Presiden, Natalius Pigai: Terima Kasih Pak Prabowo
Di sisi lain, penghapusan ambang batas pencalonan tidak serta merta akan membuat banyak calon presiden dan calon wakil presiden yang muncul pada Pilpres 2029. Sebab, seorang calon presiden dan calon wakil presiden harus memiliki investasi elektoral yang harus ditabung sejak lama.
"Apakah kita akan memiliki 30 atau 10 calon presiden? Menurut saya tidak. Kenapa? Karena calon presiden itu harus punya investasi elektoral, dan tidak semua tokoh di partai politik memiliki tabungan elektoral itu. Artinya, dia harus cukup dikenal secara popularitas," ujarnya.
Selain itu, biaya untuk maju pilpres juga terbilang tidak murah. Sehingga, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
"Turun ke masyarakat tidak murah, sehingga sangat mungkin hanya orang-orang yang memang mumpuni saja yang akan mendapat dukungan dari masyarakat untuk menjadi calon presiden," tuturnya.
"Jadi, dukungannya bukan hanya tentang dukungan finansial, tetapi dia juga harus memiliki tabungan atau investasi elektoral yang tadi saya katakan," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








