Penambahan Kursi Menteri untuk Memastikan Dukungan Solid di Parlemen

AKURAT.CO Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai tidak ada kaitannya menambah jumlah kementerian dengan meningkatkan produktivitas kinerja pemerintah.
Hal itu dikatakan peneliti Formappi, Lucius Karus, menanggapi rencana Presiden RI, terpilih Prabowo Subianto, yang akan menambah nomenklatur kementerian menjadi 40.
"Menambah kursi kabinet saya kira tidak ada urusan dengan meningkatkan kinerja karena akan semakin banyak bidang pekerjaan yang dilakukan," katanya kepada wartawan di Kantor Formappi, Jakarta, Senin (13/5/2024).
Lucius menilai, wacana penambahan jumlah menteri menggambarkan keinginan Prabowo untuk melibatkan semua kelompok kepentingan di dalam kabinet mendatang.
Baca Juga: Kabinet Prabowo-Gibran Jangan Ikuti Kemauan Parpol, Kursi Menteri Harus 34
"Karena ada begitu banyak parpol, sementara kursi terbatas. Jadi muncullah wacana untuk menambah kursi kabinet itu," ujarnya.
Menurut Lucius, wacana tersebut semata-mata hanya ditujukan untuk membagi-bagi jatah kekuasaan.
Agar program-program pemerintah nantinya bisa mendapat sambutan yang baik di parlemen.
"Dan kalau semuanya sudah mendapatkan jatah kekuasaan, mudah kemudian memastikan dukungan yang solid di parlemen untuk berbagai kebijakan yang dimiliki presiden dan wakil presiden terpilih mendatang," jelasnya.
Baca Juga: PKB Belum Bahas Jatah Kursi Menteri dengan Prabowo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







