Prabowo Berencana Tambah Kementerian Jadi 40, Noel Ebenezer: Ini Politik Berbasis Kinerja

AKURAT.CO Ketua Umum Relawan Prabowo Mania, Immanuel Ebenezer mengatakan, wacana penambahan kementerian menjadi 40 bukan dilandasi untuk kepentingan mengakomodir semua kekuatan.
Jika wacana tersebut benar direalisasikan, Noel meyakini hal tersebut dilakukan Presiden terpilih Prabowo Subianto karena ingin meningkatkan produktivitas dan kinerja pemerintahan yang akan datang.
"Ini bukan soal politik akomodir sebetulnya, tapi kan politik berbasis kinerja," kata Noel kepada wartawan, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga: Soal Rencana 40 Menteri, Pakar Hukum: Revisi UU Kementerian Negara Adalah Keniscayaan
Noel mengaku tak ingin mempersoalkan jika ada pihak-pihak yang memberi tanggapan miring soal wacana penambahan menteri tersebut. Sebagaimana komentar miring itu diucapkan oleh eks Wakil Presiden Jusuf Kalla dan eks Capres Ganjar Pranowo.
Menurutnya, itu sah-sah saja karena dalam negara demokrasi setiap orang bebas untuk menyampaikan pendapatnya. "Kalau kemudian ada yang melihatnya dari sudut pandang politik ya sah saja, kita kan tidak bisa membatasi pandangan seseorang," ujarnya.
Namun, Noel hanya ingin menegaskan bahwa penambahan atau pengurangan nomenklatur kementerian adalah hak prerogatif dari Prabowo. Ia yakin, Prabowo akan mempertimbangkan hal tersebut dengan matang.
"Sebagai pemenang dia punya hak secara prerogatif dalam menyusun kabinetnya, dia juga punya hak prerogatif dalam menambah atau mengurangi kabinetnya," ucapnya.
"Persoalan penambahan nomenklatur itu kan mungkin ada yang harus dia tambah karena pertimbangan-pertimbangan untuk kinerja pemerintahannya, karena kebutuhan," sambungnya memungkasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








