Tidak Ada Urgensi Bentuk Rumah Transisi, TKN: Prabowo Sudah di Pemerintahan, Tinggal Lanjutkan Saja

AKURAT.CO Komandan Echo bidang Hukum dan Advokasi TKN Prabowo-Gibran, Hinca Pandjaitan mengatakan bahwa pihaknya belum ada pembicaraan soal pembentukan rumah transisi untuk menyiapkan pemerintahan yang akan datang.
Hinca mengatakan, saat ini TKN masih fokus untuk menghadapi sengketa hasil pilpres yang berpotensi diajukan oleh kubu paslon lawan, baik 01 maupun 03.
Baca Juga: Gen KAMI Desak Rumah Transisi Prabowo-Gibran, BRIN: Lebih Baik Fokus Program Makan Siang Gratis
"Sama sekali belum (dibahas), jadi gini, kami ingin fokus satu demi satu tuntas dulu dan toh banyak sekali waktu," kata Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2024)
Lagi pula, politisi Partai Demokrat itu menilai tidak ada urgensi untuk membentuk rumah transisi sebagaimana yang pernah dilakukan Presiden Joko Widodo pasca memenangi Pilpres 2014 lalu.
Sebab, saat ini Prabowo sudah berada di dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan. Sehingga, Prabowo tinggal melanjutkan saja apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintahan saat ini.
"Transisi itu toh pak Prabowo juga di dalam pemerintahan, tinggal melanjutkan saja. Saya kira enggak ada urgensinya rumah transisi itu," kata Hinca.
Yang pasti, Prabowo beserta pasangannya, Gibran Rakabuming Raka sudah sangat siap dan terbuka untuk melanjutkan pemerintahan Jokowi.
"Yang jelas bahwa pasangan 02 ini siap meneruskan, dan telah selesai besok tanggal 20 kita lihat batas waktu yang ditentukan oleh undang-undang," ujarnya.
Sebelumnya, usulan pembentukan rumah transisi itu datang dari Ketua Gen Kami (Komunitas Aktivis Milenial Indonesia), Ilham Latupono.
Saat ini masyarakat menunggu Prabowo-Gibran merealisasikan janjinya untuk merangkul semua unsur dan kekuatan demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: KPU Rampungkan Rekapitulasi Suara di Papua Tengah, Prabowo-Gibran Menang dengan 638.616 Suara
Terlebih, saat ini muncul ragam wacana terkait pembentukan pemerintahan baru yang akan dilantik pada Oktober 2024. Seperti ide membentuk Koalisi Besar dan menjadikan Presiden Jokowi sebagai Ketua Koalisi Besar pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Namun dua wacana itu terlalu mengawang. Sebaliknya, membentuk Rumah Transisi jelas lebih konkret, seperti dilakukan Jokowi-JK pasca-Pilpres 2014 untuk memperlancar transisi pemerintahan," ujar Ilham kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/3/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







