Fraksi PDIP Belum Umumkan Perkembangan Hak Angket, Hasto Beri Penjelasan!

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, memberi penjelasan mengapa saat ini Fraksi PDIP di parlemen belum umumkan perkembangan wacana hak angket terkait kecurangan pemilu.
Hasto menyebut, saat ini tim khusus yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu sedang bekerja, mengkaji seluruh temuan-temuan.
“Sebagaimana pertemuan dengan para ketua umum PDIP, PPP, Perindo, Hanura, dibentuk tim khusus. Tim khusus ini sudah mengeluarkan suatu rekomendasi dan kajian akademis yang kemudian disempurnakan dengan berbagai temuan-temuan,” kata Hasto kepada wartawan, di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Mahmoud Abbas Ucapkan Selamat, Prabowo Tegaskan Komitmennya Dukung Kemerdekaan Palestina
Sebab kata dia, dimensi dugaan kecurangan tersebut ternyata sangat luas, hingga harus dikaji lebih dalam lagi oleh tim khusus tersebut.
“Karena dimensinya ternyata sangat luas, ada dimensi terkait penyalahgunaan kekuasaan, ada dimensi terkait dengan penyalahgunaan APBN, ada dimensi terkait intimidasi, dan berbagai aspek hulu hilir. Ini yang sedang dilakukan kajian oleh tim khusus,” jelas Hasto.
Lebih lanjut, ia juga belum bisa menhinformasikan jumlah anggota DPR RI Fraksi PDIP yang sudah bergabung untuk menandatangani hak angket.
Karena pihaknya masih berada di tahap kajian, perumusan, dan persiapan lain-lainnya. Dan sedang menimbang akan memakai jalur hukum atau politik.
Baca Juga: Roemah Rempah Ungkap Treatment yang Paling Digemari di Beauty Clinic Periode Ini
“Ya kami baru melakukan kajian, perumusan pembuatan naskah akademik, dan juga berbagai opsi-opsi, kan cukup banyak opsi, ada opsi sidang di MK, ada hak DPR RI, itu sedang dikaji oleh tim khusus,” tandas Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








