Waspada 'Serangan Fajar' di Masa Tenang Pemilu 2024

AKURAT.CO Masa tenang Pemilu 2024 mengharuskan para peserta pemilu untuk tidak melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun.
Meski begitu, pengamat politik Ujang Komarudin tetap melihat adanya potensi 'serangan fajar' pada masa tenang Pemilu 2024.
Baca Juga: Peserta Pemilu 2024 Diminta Lebih Santai dan Introspeksi Diri Selama Masa Tenang
"Tapi memang kalau saya baca di belakang layar, di belakang panggung apalagi pergerakan bawah tanah, mungkin saja terjadi (serangan fajar)," katanya kepada Akurat.co, Senin (12/2/2024).
Apalagi misalkan terdapat temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa penukaran uang pecahan, Rp20.000-Rp50.000 meningkat drastis.
"Itu kan harus diwaspadai, artinya ada potensi-potensi untuk ada 'serangan fajar' nanti (di masa tenang dan) hari H," jelasnya.
Biasanya di belakang layar, para kontestan mempersiapkan amplop (money politic) untuk serangan fajar. "Potensinya seperti itu di hari tenang, ancang-ancang atau aba-aba untuk menggempur melalui serangan fajar di hari H," jelasnya.
Baca Juga: Habiskan Masa Tenang, Mahfud Pergi Umroh
Namun, dia tetap berharap pemilu kali ini berjalan aman, damai, dan tertib. Penuh kejujuran, penuh keadilan, penuh keterbukaan demi Indonesia yang lebih baik.
Diketahui masa tenang pada Pemilu 2024 berlangsung 3 hari sampai besok, Selasa (13/2/2024).
Setelah itu, masa pemilu memasuki masa pemungutan dan penghitungan suara yang akan berlangsung selama dua hari yakni Rabu (14/2/2024) dan Kamis (15/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








