Akurat Logo

Video Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Pemilu 2024 Hoaks

Dwana Muhfaqdilla | 12 Februari 2024, 18:30 WIB
Video Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Pemilu 2024 Hoaks

AKURAT.CO Menjelang hari pemungutan dan penghitungan suara, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diterpa isu tak sedap.

Melalui video yang tersebar di media sosial, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut bersikap tidak netral.

Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan video yang beredar tersebut adalah informasi yang menyesatkan atau hoaks.

“Bahwa terkait informasi tersebut tidak benar atau hoax dan sejak minggu yang lalu di media sosial juga Polri sudah berikan keterangan tertanda hoaks,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya, dikutip (12/2/2024).

Baca Juga: Kronologi Lengkap Versi Polisi Soal Tenggelamnya Dante Anak Tamara Tyasmara

Masyarakat dimintanya untuk tidak mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa mengecek terlebih dahulu.

“Masyarakat jangan termakan informasi yang tidak jelas kebenarannya dan jangan menyebarkan kembali informasi yang tidak benar atau hoax,” ujarnya.

Kemudian, ia menegaskan, Polri sendiri akan tetap netral dalam menjaga pelaksanaan Pemilu 2024 agar berjalan aman dan damai.

“Berkali-kali Kapolri menyatakan Polri netral dalam pelaksanaan pemilu. Polri bertugas mengamankan pemilu 2024 berjalan aman, damai, sejuk dan bermartabat,” katanya.

Baca Juga: Geram Prabowo Selalu Difitnah, Babe Haikal: Tunggu 14 Februari, Kami Selesaikan Permainan dengan Cantik

Diketahui, pada video tersebut Kapolri disebut memerintah Dirbinmas Polda jajaran tanpa surat telegram rahasia (STR) dan hanya melalui telepon ke para Kapolda.

Kapolri disebut mengerahkan fungsi binmas Polri sebagai instrumen pemenangan pemilu. Sistem door to door oleh bhabinkamtibmas tidak dapat digunakan lagi.

Mereka kemudian diperintahkan untuk mengerahkan da’i kamtibmas demi memanfaatkan sarana ibadah sebagai wadah pemastian dan pengelolaan pengelolaan salah satu paslon.

Selain itu, Kapolri juga disebut meminta untuk mengontrol para da’i kamtibmas dengan menyediakan masing-masing satu perangkat handphone baru dengan nomor simcard luar negeri dan modem mobile internet.

Baca Juga: Herry IP Pasangkan Indah Cahya dengan Amri Syahnawi, Dijadwalkan Tanding Maret Nanti

Kemudian, meminta bantuan dana dari para pengusaha Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang merupakan kolega Direktorat Binmas wilayah masing-masing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.