Ngopi Bareng Suku Osing, Ganjar Komitmen Beri Perlindungan Masyarakat Adat

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, melanjutkan safari politiknya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dirinya langsung berkunjung ke Desa Kemiren, Kecamatan Glagah dan ngopi bareng suku Osing, atau akronim Laros (Lare Osing).
Dalam kunjungan itu, Ganjar berkomitmen memberi perlindungan kepada masyarakat adat. Osing merupakan suku yang berasal dari ujung timur Pulau Jawa, tepatnya Kabupaten Banyuwangi. Sampai kini masih ada di beberapa daerah Banyuwangi salah satunya adalah Desa Kemiren.
Baca Juga: Mahfud Janji Rampungkan RUU Masyarakat Adat: Supaya Tanah Tak Dicaplok Investor Tidak Jelas
Ganjar memilih jalan kaki sekira 500 meter dari jalan raya untuk menuju komplek masyarakat Osing. Melintasi rumah-rumah penduduk sembari menyapa dan melayani jabat tangan.
Sesampai-nya di lokasi, Ganjar disematkan selendang dan penutup kepala khas Osing. Dia juga disuguhi pembacaan lontar tentang kisah Nabi Yusuf, serta musik lesung yang dimainkan oleh ibu-ibu.
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu ngobrol bareng Suheimik, sesepuh Suku Osing dan lainnya, dengan suguhan kopi dan makanan tradisional.
Menurutnya, suku Osing sangat unik dan menarik, karena masih melestarikan tradisi sampai saat ini. Pelestarian masyarakat adat dilakukan dengan cara membuat desa wisata.
"Kampung Osing secara pariwisata yang dikembangkan anak muda dan dibangun dengan rumah adat dan keseniannya. Ada sebuah harapan perlindungan terhadap desa adat," kata Ganjar, dikutip Antara, Kamis (8/2/2024).
"Maka tadi saya tanya, apakah masih ada wilayahnya, adat-nya, tradisinya, bahkan hukumnya. Ternyata ada semua. Tadi juga ada yang membacakan lontar dengan tembang ala Banyuwangi, itu menarik. Rasa-rasanya harus ada perlindungan kepada masyarakat adat," paparnya.
Baca Juga: Bansos Kurang Tepat Sasaran, Atikoh Ganjar Enggan Ungkap Lebih Dalam
Salah satu sesepuh suku Osing, Suka mengatakan bahwa Ganjar adalah sosok yang dekat dengan rakyat. "Tadi baca lontar untuk Pak Ganjar tentang Nabi Yusuf. Karena Pak Ganjar orang baik dan merakyat," ujar dia.
Keberadaan suku Osing di Banyuwangi tak bisa lepas dari Kerajaan Blambangan dan peristiwa puputan bayu. Suku Osing mempunyai bahasa sendiri yang merupakan turunan dari bahasa Jawa kuno dengan sedikit pengaruh dari bahasa Bali.
Masyarakat Osing kemudian menjadikan Kemiran sebagai Desa Wisata Osing. Salah satunya dengan membangun komplek perkampungan dengan bangunan-bangunan adat, beserta adat, tradisi hingga keseniannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








