Usai Debat Ketiga, Sekjen Pemuda Muhammadiyah Yakin Simpati Terhadap Prabowo Naik

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo, memandang, simpati dan kepercayaan terhadap Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto, akan meningkat pascadebat dapres ketiga.
“Setelah debat ketiga Pilpres berlangsung, simpati dan kepercayaan terhadap Prabowo kian menguat seiring dengan merendahnya simpati terhadap lawan debat yang gemar menyerang,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Menyitir hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas warga tidak menyukai sikap capres-cawapres yang saling serang dan menjatuhkan selama debat pilpres 2024 berlangsung.
Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada periode 25-27 Desember 2023. Hasilnya, sebanyak 57 persen responden tidak setuju ketika debat dilakukan dengan saling serang dan menjatuhkan. Sementara, 38,6 persen lain mengaku setuju dan 4,4 persen lainnya tidak menjawab/tidak tahu.
Untuk itu, Najih mengatakan, jalan menuju pemungutan suara Pilpres 2024 tinggal menghitung hari. Oleh karena itu, pesta lima tahunan ini seyogianya diletakkan sebagai medium transisi kepemimpinan nasional yang damai, teduh dan penuh gagasan.
“Warga bangsa telah letih hidup dalam pembelahan dan ketegangan yang dimotori oleh segelintir elit demagog. Sebaliknya, rakyat menghendaki pemimpin yang meneduhkan dan mempersatukan,” ujarnya.
Untuk itu, ia menambahkan, detik-detik menuju pemungutan suara sudah sepatutnya diisi dengan kesanggupan untuk melakukan refleksi mendalam tentang kualitas pemimpin seperti apa yang hendak dipilih.
“Di tengah puspa ragam tantangan kebangsaan kita, pemimpin yang diharapkan ialah sosok panutan yang memiliki visi strategis dan penguasaan lapangan yang cukup, bukanlah pribadi pemimpin yang menyulap kata-kata sekadar demi mendulang kuasa,” kata Najih.
Baca Juga: Unggul di Jatim
Lebih lanjut, Najih bilang, dalam riwayat sejarah bangsa ini, debat sesungguhnya telah menjadi tradisi intelektual yang menemani jalannya bangsa ini.
Debat para pendahulu lazimnya dipergunakan untuk mengidentifikasi karakteristik calon pemimpin, menguji kemampuan mereka untuk melakukan analisis serta demi merumuskan solusi pemecahan masalah-masalah strategis.
Debat yang diskursif dan produktif itu setidaknya dapat dilihat dari dialog saling sanggah antara Mohammad Hatta dengan Soepomo, Soekarno dengan Mohammad Natsir serta Soekarno dengan Hatta.
"Mereka berlomba mempertahankan pendapat tanpa merendahkan martabat lawan debatnya. Buah perdebatan itulah yang kemudian melahirkan gagasan bersama tentang kemerdekaan serta demokrasi seperti yang kita nikmati saat sekarang ini,” tuturnya.
Ia juga bilang, kualitas debat para pendiri bangsa tersebut hilang dalam arena debat kemarin. Debat ketiga Pilpres 2024 seolah menyibak masalah patologi demokrasi yang selama ini telah menjadi rahasia umum.
“Patologi demokrasi tersebut menyangkut tumbuh besarnya para demagog. Ia adalah sosok elite politik yang gemar menggunakan retorika berlebihan, bahasa yang dramatis, emosional dan provokatif untuk memanipulasi dan mendapatkan dukungan dari masyarakat,” ucap Najih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









