Akurat

Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Hasto Singgung Dugaan Keterlibatan Paslon Lain

Paskalis Rubedanto | 1 Januari 2024, 00:13 WIB
Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Hasto Singgung Dugaan Keterlibatan Paslon Lain

AKURAT.CO Sektetaris Jendereal PDIP, Hasto Kristiyanto, menanggapi kejadian penganiayaan sejumlah relawan Ganjar-Mahfud yang diduga dilakukan oleh oknum TNI.

Hasto melayangkan protes keras kejadian tersebut dan mengaitkannya dengan dugaan peran calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Dalam keterangan tertulisnya, Hasto menyampaikan, PDIP sangat menyesalkan terjadinya tindak kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan oknum TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali Jawa Tengah. 

“Kami protes keras atas tindakan oknum TNI tersebut. Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo karena sama-sama berlatar belakang militer. Padahal Prabowo sudah diberhentikan dari TNI” kata Hasto, dalam keterangannya, diterima di Jakarta, Minggu (31/12/2023).

Baca Juga: Gypsy Rose Blanchard Dibebaskan, Serial 'The Act' Kembali Menjadi Bahan Perbincangan

“Dalam diskusi dengan salah satu tokoh HAM guna mencari akar kekerasan oleh oknum TNI tersebut, diduga bahwa tindak kekerasan tersebut berawal dari kerancuan Pak Prabowo sebagai Menhan dan sebagai Capres, sehingga tercipta kesan adanya ‘emotional bonding’ di kalangan oknum TNI tertentu dengan Pak Prabowo,” ucap Hasto.

“Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tanggapan Pak Prabowo yang mengutuk aksi kekerasan tersebut,” sambungnya.

Dengan begitu, Hasto mengatakan, PDIP mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, secepatnya menindak oknum TNI tersebut agar tidak mencederai netralitas TNI.

“Nama baik TNI, juga POLRI dan aparatur negara lainnya, jangan dikorbankan dengan aksi oknum-oknumnya. Karena itulah Panglima TNI dan Kapolri harus menegaskan kembali netralitas itu. Sebab struktur TNI atau Polri itu komando. Jika pucuk tertinggi netral dan ditegakkan dengan penuh disiplin, maka yang di bawah juga akan taat dan berdisiplin” beber Hasto.

Baca Juga: Repnas DKI Memotivasi Pengusaha Muda Berkontribusi Aktif untuk Kemajuan Bangsa

Politisi asal Yogyakarta itu percaya bahwa TNI dan Polri akan menempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas segalanya. 

“Nama baik TNI dan Polri itu sangat baik karena sejarahnya menjaga NKRI. Sikap partisan sebagaimana terjadi di Boyolali bisa merusak nama baik itu sehingga harus ditindak tegas” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.