Luhut Pandjaitan Puji Prabowo Dan Gibran, Simbol Harapan Indonesia Maju

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan, turut menyaksikan perkembangan perpolitikan di Tanah Air. Dia yang berada di Singapura untuk menjalankan pemulihan kesehatan, turut berpendapat ihwal pasangan capres cawapres, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dia memahami betul keputusan yang diambil oleh Prabowo dan Gibran. Pasalnya, dalam arena politik setiap keputusan selalu didasari oleh pertimbangan mendalam.
Menurut dia, Indonesia yang kaya bukan hanya dari sumber daya alam, tetapi juga dari potensi generasinya, membutuhkan sinergi antara kebijaksanaan dari pengalaman dan generasi inovasi muda.
Baca Juga: Sejarah Maung Pindad Yang Dipakai Prabowo Daftar Ke KPU, Asli Buatan Indonesia
“Ketika melihat keduanya dideklarasikan
sebagai pasangan capres dan cawapres, gambaran yang muncul di benak saya adalah simbiosis antara kebijaksanaan dan energi baru yang terpadu dengan sempurna,” ujar Luhut seperti dikutip dalam akun Instagramnya, @luhut.pandjaitan, Kamis (26/10/2023).
Kendati demikian, ia sadar banyak yang menyambut keputusan ini dari sudut pandang keraguan. Tapi, kata Luhut, hal itu biasa dan lumrah di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, setiap warganya mengungkapkan pendapat yang berbeda-beda.
“Namun, saya berharap agar setiap perbedaan
pendapat sebaiknya bisa disampaikan dengan penuh jauh dari caci maki dan ujaran adab, fitnah yang tak berdasar,” ujarnya.
Namun ia teringat bagaimana dahulu Presiden Joko Widodo diremehkan berbagai pihak ketika maju sebagai kontestan, namun menjelma menjadi salah satu tokoh yang sangat diperhitungkan.
Memenangkan dua kali pemilihan presiden di Indonesia tidaklah sederhana, apalagi masih memiliki 80 persen lebih "approval rate" dalam setahun terakhir masa jabatannya.
Hal ini, lanjutnya, menjadi bukti berbagai program yang betapa rakyat sangat mendukung dikerjakannya serta melihat Jokowi sebagai pemimpin yang tak tergantikan di Indonesia.
Maka Luhut melihat bahwa keraguan yang muncul saat ini di pikiran banyak orang terhadap keputusan Prabowo memilih Gibran adalah hal yang dapat dipahami.
Baca Juga: Netralitas, Alasan Rosan Roeslani Ditunjuk Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran
Akan tetapi, harus selalu diingat bahwa setiap langkah yang diambil keduanya memiliki langkah yang diambil oleh niat tulus untuk mewujudkan visi Indonesia Maju. Dalam jejak sejarah Indonesia, persatuan dan kolaborasi telah terbukti sebagai kunci kemajuan bangsa.
“Hal ini yabg saya lihat dari pasangan Prabowo-Gibran: simbol harapan untuk Indonesia Maju, sebuah sinergi antara persatuan dan percepatan untuk meneruskan pembangunan berkelanjutan yang sedang kita persiapkan saat ini,” kata Luhut.
Adapun, ia ingin menekankan pentingnya semangat rekonsiliasi yang telah dicontohkan oleh Jokowi dan Prabowo. Dirinya tidak ingin kembali melihat seperti terbelahnya masyarakat di beberapa Pemilu lalu.
Pelajaran dari pandemi covid-19 dan tantangan lain seperti kondisi geopolitik global sekali lagi
membuktikan bahwa persatuan adalah kebutuhan
mutlak.
Rekonsiliasi antara Presiden Jokowi dan Prabowo telah memberikan banyak dampak positif bagi bangsa, juga diakui oleh dunia internasional.
“Maka adalah hal yang wajar jika simbol persatuan ini perlu untuk dilanjutkan. Saya meyakini, kerja sama yang baik antara Pak Prabowo dan Mas Gibran akan membuat dengan Indonesia semakin dekat masa keemasannya,” tegasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








