Akurat Logo

Cara Membersihkan Jamur pada Kucing yang Aman dan Efektif

Redaksi Akurat | 15 Oktober 2026, 12:48 WIB
Cara Membersihkan Jamur pada Kucing yang Aman dan Efektif
Kucing

AKURAT.CO Jamur pada kucing merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini tidak hanya membuat kucing merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan kerontokan bulu, kulit bersisik, kemerahan, hingga rasa gatal.

Infeksi jamur pada kucing juga perlu mendapat perhatian karena dapat menular ke hewan lain maupun manusia. Salah satu jenis infeksi jamur yang umum ditemukan pada kucing adalah ringworm atau dermatofitosis. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi maupun melalui lingkungan dan benda yang telah terkontaminasi spora jamur.

Karena itu, pemilik kucing perlu mengetahui cara membersihkan jamur pada kucing dengan tepat. Perawatan tidak hanya dilakukan pada tubuh kucing, tetapi juga perlu disertai dengan pembersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga: Freeport Targetkan Tambang Kucing Liar Mulai Berproduksi 2029

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi infeksi jamur pada kucing.

1. Mandikan Kucing dengan Sampo Antijamur

Dilansir dari Halodoc.com, salah satu cara membersihkan jamur pada kucing adalah memandikannya menggunakan sampo antijamur yang sesuai. Sampo dengan kandungan tertentu, seperti ketoconazole atau miconazole, dapat digunakan dalam perawatan infeksi jamur pada kulit kucing.

Namun, pemilihan sampo sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Pemilik kucing dianjurkan berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mengetahui produk dan frekuensi penggunaan yang sesuai dengan kondisi kucing.

Halodoc menyebutkan bahwa dalam perawatan topikal, kucing dapat dimandikan dengan sampo antijamur setidaknya dua kali dalam seminggu. Meski demikian, frekuensi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan anjuran dokter hewan karena kondisi setiap kucing dapat berbeda.

Setelah dimandikan, pastikan tubuh kucing dikeringkan dengan baik. Kondisi kulit yang terlalu lembap dapat membuat lingkungan menjadi lebih mendukung bagi pertumbuhan jamur.

2. Gunakan Salep Antijamur pada Bagian yang Terinfeksi

Selain menggunakan sampo, perawatan jamur pada kucing juga dapat dilakukan dengan obat antijamur berbentuk salep atau krim.

Beberapa bahan yang digunakan dalam obat antijamur topikal antara lain clotrimazole dan miconazole. Obat tersebut dapat dioleskan pada bagian kulit yang mengalami infeksi sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

Pada kondisi tertentu, dokter hewan juga dapat menyarankan pencukuran bulu pada bagian yang terinfeksi. Hal ini terutama dapat dilakukan ketika infeksi hanya terdapat di beberapa bagian tubuh atau ketika kucing memiliki bulu yang panjang dan lebat.

Meski begitu, pemilik sebaiknya tidak mencukur atau memberikan obat secara sembarangan. Pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk menentukan apakah kondisi kulit tersebut benar-benar disebabkan oleh jamur.

3. Berikan Obat Antijamur Oral Sesuai Anjuran Dokter

Jika infeksi jamur sudah cukup parah atau menyebar ke beberapa bagian tubuh, dokter hewan dapat memberikan obat antijamur oral.

Beberapa obat yang digunakan dalam penanganan infeksi jamur pada kucing antara lain itraconazole, terbinafine, dan fluconazole. Penggunaan obat tersebut harus berdasarkan rekomendasi dokter hewan karena tidak semua obat antijamur aman diberikan kepada kucing.

Pengobatan juga dapat membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hello Sehat menyebutkan bahwa pengobatan infeksi jamur pada kucing dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan dalam kondisi tertentu perlu dilanjutkan beberapa minggu setelah gejala menghilang.

Karena itu, pemilik tidak disarankan menghentikan pengobatan hanya karena kondisi kulit kucing terlihat sudah membaik.

4. Bersihkan Kandang dan Peralatan Kucing

Membersihkan tubuh kucing saja belum cukup untuk mengatasi masalah jamur. Lingkungan tempat kucing tinggal juga perlu dibersihkan secara rutin.

Spora jamur dapat menempel pada berbagai benda yang sering digunakan kucing, seperti tempat tidur, selimut, karpet, kandang, sisir, hingga peralatan makan. Jika benda-benda tersebut tidak dibersihkan, kucing berisiko mengalami infeksi kembali setelah menjalani pengobatan.

Karena itu, cuci dan bersihkan perlengkapan kucing secara rutin. Barang yang sudah terkontaminasi dan sulit dibersihkan juga dapat menjadi sumber infeksi berulang sehingga perlu dipertimbangkan untuk dibuang.

Hati-hati, spora jamur dapat bertahan cukup lama di lingkungan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan rumah menjadi bagian penting dalam proses pengobatan kucing yang mengalami infeksi jamur.

5. Pisahkan Kucing yang Terinfeksi

Jika memiliki lebih dari satu kucing di rumah, sebaiknya kucing yang mengalami infeksi jamur dipisahkan sementara dari kucing lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penyebaran spora jamur melalui kontak langsung maupun penggunaan barang secara bersama-sama. Kucing yang terinfeksi juga sebaiknya memiliki tempat tidur, tempat makan, dan perlengkapan sendiri selama menjalani perawatan.

Ruang isolasi sebaiknya mudah dibersihkan dan tidak memiliki banyak benda yang sulit disterilkan. Dianjurkan kucing yang terinfeksi ditempatkan di ruangan yang mudah dibersihkan selama masa perawatan.

6. Perhatikan Kondisi Kesehatan Kucing Secara Keseluruhan

Infeksi jamur juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan kucing secara keseluruhan. Kucing dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki penyakit lain dapat mengalami infeksi yang lebih sulit ditangani.

Dilansir dari Hellosehat.com, bahwa penyakit lain, seperti infeksi bakteri atau kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah, dapat memengaruhi proses penyembuhan infeksi jamur. Karena itu, masalah kesehatan lain yang menyertai juga perlu mendapatkan penanganan.

Pemilik perlu memperhatikan perubahan kondisi kucing selama menjalani perawatan. Jika kucing terlihat semakin lemas, infeksi semakin meluas, atau tidak menunjukkan perbaikan, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter hewan diperlukan.

7. Jaga Kebersihan Tangan Setelah Memegang Kucing

Jamur pada kucing tidak hanya menjadi masalah bagi hewan peliharaan. Beberapa jenis infeksi jamur dapat menular kepada manusia.

Karena itu, pemilik perlu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang kucing, terutama ketika kucing sedang menjalani perawatan. Hindari pula membiarkan kucing yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan hewan lain selama masa pengobatan.

Jika pemilik atau anggota keluarga mengalami masalah kulit setelah melakukan kontak dengan kucing yang terinfeksi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Baca Juga: Tambang Kucing Liar Jadi Andalan Baru Freeport, Investasi Tembus Rp97 Triliun

Berapa Lama Jamur pada Kucing Bisa Sembuh?

Lama penyembuhan jamur pada kucing dapat berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan infeksi, kondisi kesehatan kucing, serta jenis pengobatan yang diberikan.

Mengutip VCA Animal Hospital, infeksi jamur pada kucing umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 minggu untuk sembuh. Pada kondisi yang lebih parah, proses pengobatan dapat berlangsung lebih lama.

Sementara itu, perawatan topikal dapat membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pemilik perlu melakukan perawatan secara konsisten dan tidak menghentikan pengobatan hanya karena gejala mulai menghilang.

Kapan Kucing yang Terkena Jamur Harus Dibawa ke Dokter Hewan?

Tidak semua masalah kulit pada kucing disebabkan oleh jamur. Gejala seperti bulu rontok, kulit kemerahan, bersisik, dan gatal juga dapat muncul akibat masalah kulit lainnya.

Karena itu, jika kucing menunjukkan tanda-tanda tersebut, pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan dapat dilakukan ketika kucing mengalami gejala seperti sering menggaruk telinga, bulu rontok, atau kulit bersisik.

Terlebih jika infeksi semakin menyebar atau tidak membaik setelah dilakukan perawatan, pemilik sebaiknya tidak mencoba berbagai obat sendiri. Dokter hewan dapat menentukan jenis pengobatan yang sesuai berdasarkan kondisi kucing.

Cara membersihkan jamur pada kucing tidak hanya dilakukan dengan memandikan kucing menggunakan sampo antijamur. Perawatan juga perlu dilakukan dengan menggunakan obat sesuai anjuran dokter, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, memisahkan kucing yang terinfeksi, serta memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan. Kandang, tempat tidur, karpet, dan perlengkapan kucing perlu dibersihkan secara rutin agar spora jamur tidak kembali menginfeksi kucing.

Jika kucing menunjukkan gejala seperti kerontokan bulu, kulit bersisik, kemerahan, atau sering menggaruk bagian tubuh tertentu, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter hewan. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mencegah infeksi semakin menyebar dan mengurangi risiko penularan kepada hewan maupun manusia.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R