Kenapa Sebelum Hujan Terasa Panas dan Gerah?

AKURAT.CO Pernah merasa udara justru semakin panas dan gerah sebelum hujan turun? Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama ketika langit mulai mendung tetapi hujan belum juga turun.
Fenomena kenapa sebelum hujan terasa panas dan gerah berkaitan dengan proses pembentukan hujan, kelembapan udara, dan perubahan energi di atmosfer.
Dikutip dari beberapa sumber, termasuk video edukasi Halo Edukasi, hujan bermula ketika air di laut, sungai, dan danau mengalami penguapan akibat panas Matahari. Uap air kemudian naik ke atmosfer dan mengalami pendinginan hingga mengalami kondensasi, membentuk awan dan selanjutnya dapat menghasilkan hujan.
Baca Juga: F1 GP Bahrain: Max Verstappen Sabet Kemenangan Perdana F1 2026 Usai Drama Hujan
Kenapa Udara Terasa Panas Sebelum Hujan?
Salah satu penyebabnya adalah tingginya kelembapan udara. Menjelang hujan, kandungan uap air di atmosfer dapat meningkat. Kondisi ini membuat keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit sehingga tubuh terasa lebih panas dan gerah.
Selain itu, proses kondensasi saat pembentukan awan juga melepaskan panas laten ke atmosfer. National Weather Service menjelaskan bahwa panas laten merupakan bagian penting dalam perkembangan awan dan sistem hujan.
BMKG juga menjelaskan bahwa rasa gerah dapat terjadi ketika suhu udara cukup tinggi disertai kelembapan yang tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat udara terasa lebih panas meskipun suhu sebenarnya tidak mengalami peningkatan yang ekstrem.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Spanyol, Satu Orang Tewas dan 90 Warga Dievakuasi
Apakah Panas Sebelum Hujan Berarti Hujan Akan Turun?
Belum tentu. Udara panas dan gerah dapat menjadi bagian dari kondisi atmosfer sebelum pembentukan awan hujan, tetapi rasa panas saja tidak bisa menjadi tanda pasti hujan akan turun.
Pembentukan hujan dipengaruhi berbagai faktor, seperti kelembapan, pergerakan udara, pertumbuhan awan, dan kondisi atmosfer.
Jadi, kenapa sebelum hujan terasa panas dan gerah? Jawabannya berkaitan dengan kombinasi pemanasan permukaan, meningkatnya kelembapan, serta proses pembentukan awan dan hujan. Setelah hujan turun, suhu biasanya dapat terasa lebih sejuk karena berkurangnya pemanasan permukaan dan adanya proses pendinginan dari air hujan.
Primandha Rachma Auzia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







