Apa Bedanya Banjir Biasa dan Banjir Bandang? Kenali Ciri-cirinya

AKURAT.CO Saat musim hujan tiba, banjir menjadi salah satu bencana yang perlu diwaspadai. Namun, masih banyak yang belum mengetahui perbedaan antara banjir biasa dan banjir bandang.
Sekilas keduanya terlihat sama karena sama-sama melibatkan air yang menggenangi suatu wilayah. Padahal, banjir biasa dan banjir bandang memiliki perbedaan, terutama dari kecepatan datangnya air hingga dampak yang ditimbulkan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut perbedaan banjir biasa dan banjir bandang yang perlu diketahui.
Baca Juga: Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Korban Banjir Bandang di Solok Terpenuhi
Kenapa Banjir Bisa Terjadi?
Banjir biasa terjadi ketika air menggenangi suatu wilayah akibat hujan deras, sungai yang meluap, atau saluran air yang tidak mampu menampung banyaknya air.
Biasanya, air naik secara perlahan dan mulai menggenangi jalan hingga permukiman warga. Meski tidak selalu datang secara tiba-tiba, banjir biasa tetap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan kerugian.
Apa Itu Banjir Bandang?
Berbeda dengan banjir biasa, banjir bandang datang secara mendadak dengan arus air yang deras.
Banjir jenis ini sering terjadi setelah hujan lebat di daerah pegunungan atau hulu sungai. Air yang mengalir deras juga bisa membawa lumpur, batu, batang pohon, hingga material lainnya.
Hal inilah yang membuat banjir bandang lebih berbahaya karena dapat merusak rumah, jalan, dan fasilitas umum dalam waktu singkat.
Perbedaan Banjir Biasa dan Banjir Bandang
Perbedaan paling terlihat ada pada kecepatan datangnya air. Banjir biasa umumnya terjadi secara bertahap, sedangkan banjir bandang bisa datang tiba-tiba tanpa banyak waktu untuk bersiap.
Selain itu, banjir biasa lebih sering menyebabkan genangan air, sementara banjir bandang memiliki arus kuat yang dapat menyeret berbagai benda di sekitarnya.
Meski begitu, bukan berarti banjir biasa tidak berbahaya. Keduanya tetap bisa menimbulkan kerusakan dan mengancam keselamatan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Baca Juga: Solok Diterjang Banjir Bandang, Puan Kembali Ingatkan Soal Mitigasi Bencana
Bagaimana Cara Mengantisipasinya?
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko banjir, seperti tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran air, dan menjaga lingkungan sekitar.
Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi cuaca, terutama saat hujan deras berlangsung cukup lama.
Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai atau daerah rawan banjir bandang, penting untuk mengetahui jalur evakuasi dan segera menuju tempat aman jika muncul tanda bahaya.
Jadi, perbedaan banjir biasa dan banjir bandang bukan hanya soal banyaknya air, tetapi juga seberapa cepat air datang dan seberapa kuat arusnya.
Banjir biasa cenderung terjadi secara perlahan, sedangkan banjir bandang datang mendadak dengan arus deras yang bisa membawa berbagai material.
Dengan mengetahui perbedaannya, masyarakat bisa lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat saat menghadapi ancaman banjir.
Primandha Rachma Auzia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








