Bahaya Asap Karhutla bagi Kucing dan Anjing, Kenali Gejala serta Cara Melindunginya

AKURAT.CO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia maupun hewan peliharaan. Asap yang mengandung partikel halus dan berbagai zat hasil pembakaran dapat mengganggu sistem pernapasan, termasuk pada kucing dan anjing.
Paparan asap karhutla tidak boleh dianggap sepele, terutama jika berlangsung dalam waktu lama atau terjadi ketika kualitas udara sedang memburuk. Hewan peliharaan yang menghirup asap berisiko mengalami iritasi mata, batuk, gangguan pernapasan, hingga cedera paru-paru pada kasus yang lebih serius.
Menurut U.S Environmental Protection Agency (EPA) atau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, asap kebakaran hutan dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan hewan. Risiko tersebut juga perlu diperhatikan pada hewan yang lebih tua, masih muda, atau memiliki penyakit jantung dan paru-paru.
Oleh karena itu, pemilik hewan perlu memahami bahaya asap karhutla bagi kucing dan anjing, mengenali gejalanya, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi hewan peliharaan selama kebakaran berlangsung.
Baca Juga: Menteri PPN Soroti Penyebab Karhutla: Sebagian Terbakar, Sebagian Dibakar
1. Apa yang Membuat Asap Karhutla Berbahaya bagi Kucing dan Anjing?
Asap karhutla merupakan campuran berbagai partikel dan gas yang dihasilkan dari proses pembakaran vegetasi serta material lainnya. Komposisinya dapat berbeda-beda, bergantung pada bahan yang terbakar dan kondisi kebakaran.
Partikel halus dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan, sedangkan sejumlah gas beracun dapat mengganggu fungsi tubuh. Merck Veterinary Manual menjelaskan bahwa cedera akibat menghirup asap pada hewan dapat melibatkan iritasi dan kerusakan saluran pernapasan, paparan zat beracun, serta gangguan pengangkutan oksigen.
Salah satu zat berbahaya yang dapat terbentuk selama pembakaran tidak sempurna adalah karbon monoksida. Gas ini mengikat hemoglobin dalam darah sehingga mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh.
Dampak paparan asap bergantung pada konsentrasi polutan, durasi paparan, kondisi lingkungan, serta kesehatan hewan. Karena itu, kucing dan anjing yang berada di wilayah terdampak karhutla sebaiknya dijauhkan dari asap sebisa mungkin.
2. Bahaya Asap Karhutla bagi Kucing dan Anjing
a. Mengganggu Sistem Pernapasan
Salah satu dampak utama asap karhutla adalah iritasi pada saluran pernapasan. Partikel halus dan zat iritan dalam asap dapat memicu batuk, tersedak, napas cepat, atau suara napas yang tidak biasa.
Pada kondisi yang lebih serius, paparan asap dapat menyebabkan cedera saluran udara dan gangguan paru-paru. Hewan yang sudah memiliki penyakit pernapasan juga berpotensi mengalami kondisi yang lebih buruk.
Menurut Cornell University College of Veterinary Medicine, kualitas udara yang buruk akibat asap kebakaran hutan dapat membahayakan kesehatan jantung dan paru-paru anjing.
b. Menyebabkan Iritasi Mata dan Hidung
Asap tidak hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan bagian atas.
Kucing dan anjing yang terpapar asap mungkin mengalami mata merah, mata berair, hidung berair, atau terlihat sering menggosok wajahnya. Dalam beberapa kondisi, iritasi juga dapat membuat hewan merasa tidak nyaman ketika makan.
Jika gejala tersebut muncul setelah hewan terpapar asap, pemilik sebaiknya segera memindahkannya ke lingkungan dengan udara yang lebih bersih dan menghubungi dokter hewan untuk mendapatkan arahan.
c. Memicu Cedera Paru-Paru
Paparan asap dalam jumlah besar dapat menyebabkan cedera yang lebih serius pada saluran pernapasan dan paru-paru. Risiko meningkat apabila hewan terjebak di dalam ruangan yang dipenuhi asap atau mengalami paparan berkepanjangan.
Merck Veterinary Manual menjelaskan bahwa cedera akibat menghirup asap tidak selalu langsung terlihat. Pembengkakan saluran pernapasan dapat berkembang setelah paparan, sementara perubahan pada paru-paru juga dapat muncul belakangan.
Artinya, kucing atau anjing yang terlihat normal sesaat setelah terpapar asap belum tentu sepenuhnya aman. Pemilik perlu mengawasi kondisi hewan dan segera mencari bantuan medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
d. Menyebabkan Kekurangan Oksigen
Karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dapat mengganggu kemampuan darah mengangkut oksigen. Dalam kasus paparan berat, kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan, gangguan kesadaran, kerusakan organ, bahkan kematian.
Risiko tersebut terutama perlu diperhatikan pada hewan yang berada dekat kebakaran atau terjebak di tempat dengan konsentrasi asap tinggi.
Apabila kucing atau anjing terlihat sempoyongan, sangat lemas, kebingungan, atau mengalami penurunan kesadaran setelah terpapar asap, pemilik perlu segera membawanya ke fasilitas dokter hewan darurat.
e. Memperburuk Penyakit yang Sudah Ada
Kucing dan anjing yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru dapat lebih rentan terhadap dampak kualitas udara yang buruk.
Selain itu, anjing dengan moncong pendek, seperti pug dan bulldog, lebih rentan mengalami masalah pernapasan. Hewan berusia lanjut dan hewan yang masih sangat muda juga termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
EPA dan Cornell University College of Veterinary Medicine menyarankan agar hewan yang rentan diawasi lebih ketat selama periode kualitas udara buruk.
3. Gejala Kucing dan Anjing yang Terpapar Asap Karhutla
Pemilik perlu mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan setelah hewan terpapar asap. Gejala dapat bervariasi, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan segera.
Berikut sejumlah gejala yang perlu diperhatikan:
Batuk atau tersedak, terutama jika terjadi berulang kali.
Mata merah dan berair, disertai kebiasaan menggosok wajah.
Hidung berair atau munculnya cairan dari hidung.
Napas cepat atau berbunyi, termasuk ketika hewan sedang beristirahat.
Kesulitan bernapas, yang dapat terlihat dari usaha bernapas yang lebih berat daripada biasanya.
Tubuh lemas dan mudah lelah, disertai penurunan aktivitas.
Gangguan koordinasi, seperti berjalan sempoyongan atau tampak kebingungan.
Penurunan nafsu makan, terutama jika disertai gejala lain.
EPA mencantumkan batuk, tersedak, mata berair, kesulitan bernapas, kelemahan, dan gangguan koordinasi sebagai tanda paparan asap yang perlu diperhatikan pada hewan peliharaan.
Pemilik perlu segera mencari pertolongan dokter hewan apabila kucing atau anjing mengalami kesulitan bernapas, bernapas dengan mulut terbuka, atau menunjukkan gangguan kesadaran. Pada kucing, bernapas dengan mulut terbuka bukan kondisi yang boleh dianggap normal.
Jangan menunggu sampai gejala memburuk untuk mencari bantuan medis, terutama jika hewan diketahui terpapar asap dalam jumlah besar.
4. Cara Melindungi Kucing dan Anjing dari Asap Karhutla
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pemilik untuk mengurangi risiko paparan asap pada hewan peliharaan.
a. Tempatkan Hewan di Dalam Rumah
Ketika asap karhutla mulai memengaruhi kualitas udara, tempatkan kucing dan anjing di dalam ruangan yang memiliki udara lebih bersih.
Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap dari luar. Jika memungkinkan, pilih ruangan yang paling sedikit terpapar polusi dan jauh dari sumber asap.
b. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Hindari mengajak anjing berlari, berjalan jauh, atau bermain di luar ketika kualitas udara sedang buruk. Aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah udara yang dihirup sehingga berpotensi menambah paparan polutan.
Jika anjing harus keluar untuk buang air, lakukan sesingkat mungkin. Kucing yang biasa berkeliaran di luar sebaiknya dijaga tetap berada di dalam rumah selama kondisi udara belum membaik.
c. Gunakan Pembersih Udara Jika Tersedia
Pembersih udara dengan filter HEPA yang sesuai ukuran ruangan dapat membantu mengurangi partikel di udara dalam ruangan.
Namun, perangkat tersebut tidak menghilangkan seluruh jenis gas berbahaya. Karena itu, penggunaan pembersih udara tetap perlu disertai upaya membatasi masuknya asap dan mengikuti informasi kualitas udara setempat.
Hindari pula sumber polusi tambahan di dalam rumah, seperti asap rokok, pembakaran sampah, atau penggunaan produk yang menghasilkan asap.
d. Pantau Kondisi Kesehatan Hewan
Perhatikan pola pernapasan, kondisi mata, aktivitas, dan nafsu makan kucing maupun anjing selama karhutla berlangsung.
Jika hewan menunjukkan gejala yang tidak biasa, jangan langsung menganggapnya sebagai kelelahan biasa. Hubungi dokter hewan untuk mendapatkan saran sesuai kondisi dan tingkat paparannya.
e. Siapkan Perlengkapan Evakuasi
Apabila kebakaran mendekati permukiman, pemilik perlu menyiapkan rencana evakuasi yang mencakup hewan peliharaan.
Siapkan kandang pembawa untuk kucing, tali pengaman untuk anjing, makanan, air minum, obat yang diresepkan dokter hewan, serta identitas hewan.
Jangan meninggalkan hewan di rumah ketika wilayah tempat tinggal sudah dinyatakan perlu dievakuasi. Keselamatan hewan perlu menjadi bagian dari rencana menghadapi bencana.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan panduan EPA dan Cornell University College of Veterinary Medicine mengenai perlindungan hewan dari asap kebakaran hutan.
Baca Juga: Prabowo Siapkan 200 Pompa dan Rp2 Miliar untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting
5. Apa yang Harus Dilakukan Jika Kucing atau Anjing Terpapar Asap?
Jika kucing atau anjing terpapar asap karhutla, langkah pertama adalah menjauhkannya dari sumber asap dan memindahkannya ke tempat dengan udara yang lebih bersih, selama aman untuk dilakukan.
Setelah itu, pemilik perlu mengamati kondisi hewan. Jika muncul batuk berulang, iritasi mata, napas cepat, atau gejala lain, segera hubungi dokter hewan.
Apabila hewan mengalami kesulitan bernapas, kelemahan berat, atau gangguan kesadaran, segera cari pertolongan darurat. Usahakan meminimalkan stres dan aktivitas selama proses pemindahan.
Jangan memberikan obat manusia, obat batuk, atau obat pernapasan tanpa petunjuk dokter hewan. Penanganan cedera akibat menghirup asap dapat memerlukan pemeriksaan saluran pernapasan, terapi oksigen, dan perawatan lain sesuai tingkat keparahannya.
Pemilik juga perlu tetap memantau kondisi hewan setelah paparan berakhir. Merck Veterinary Manual, situs informasi kesehatan untuk manusia dan hewan, menjelaskan bahwa sejumlah cedera akibat menghirup asap dapat berkembang secara tertunda sehingga pemeriksaan profesional penting jika paparan cukup berat.
Bahaya asap karhutla bagi kucing dan anjing tidak boleh diabaikan. Partikel halus dan gas hasil pembakaran dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan, memperburuk penyakit yang sudah ada, hingga menyebabkan cedera paru-paru dan kekurangan oksigen pada paparan berat.
Pemilik dapat mengurangi risikonya dengan menjaga hewan tetap di dalam ruangan berudara bersih, membatasi aktivitas di luar rumah, memantau gejala, dan menyiapkan rencana evakuasi.
Jika kucing atau anjing menunjukkan tanda gangguan pernapasan atau perubahan kondisi yang mengkhawatirkan setelah terpapar asap, segera hubungi dokter hewan. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








