Akurat Logo

Bahaya Hewan Memakan Plastik, Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Kesehatannya

Redaksi Akurat | 8 Oktober 2026, 21:55 WIB
Bahaya Hewan Memakan Plastik, Ini Dampaknya bagi Tubuh dan Kesehatannya
Sampah Plastik

AKURAT.CO Sampah plastik tidak hanya menjadi masalah bagi lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan berbagai jenis hewan. Plastik yang dibuang sembarangan dapat masuk ke habitat hewan dan tidak jarang dianggap sebagai makanan.

Hewan laut seperti penyu, ikan, burung laut, hingga mamalia laut merupakan beberapa kelompok yang berisiko menelan sampah plastik. Di darat, hewan juga dapat secara tidak sengaja memakan plastik yang tercampur dengan makanan atau berada di tempat pembuangan sampah.

Plastik tidak dapat dicerna oleh tubuh seperti makanan. Ketika tertelan, benda tersebut dapat mengganggu sistem pencernaan dan dalam kondisi tertentu menyebabkan luka pada organ, kekurangan nutrisi hingga kematian.

Baca Juga: Dari Tutup Botol Jadi Furnitur Estetik, Cara Aloha PIK2 Beri Nilai Baru pada Sampah Plastik

Berikut sejumlah dampak yang dapat terjadi ketika hewan memakan plastik.

1. Menyebabkan penyumbatan saluran pencernaan

Salah satu dampak paling serius dari plastik yang tertelan adalah penyumbatan pada saluran pencernaan.

Potongan plastik berukuran besar dapat tersangkut di lambung atau usus sehingga menghambat perjalanan makanan dan kotoran. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi sistem pencernaan dan membutuhkan waktu lama untuk dikeluarkan dari tubuh.

Jika penyumbatan semakin parah dan tidak dapat diatasi, kondisi tersebut dapat mengancam kehidupan hewan.

2. Melukai lambung dan usus

Tidak semua plastik memiliki permukaan yang halus. Potongan plastik yang keras, tajam, atau memiliki bagian kasar dapat melukai dinding lambung maupun usus ketika bergerak di dalam saluran pencernaan.

Luka tersebut dapat menyebabkan peradangan dan pada kondisi yang lebih parah berpotensi menimbulkan perdarahan atau kerusakan jaringan.

3. Membuat hewan kehilangan nafsu makan

Plastik tidak memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun, ketika jumlah plastik menumpuk di dalam lambung, ruang yang seharusnya digunakan untuk makanan dapat berkurang.

Akibatnya, hewan dapat merasa kenyang meskipun sebenarnya belum memperoleh energi dan nutrisi yang cukup.

Kondisi ini dapat membuat hewan semakin jarang makan dan mengalami penurunan kondisi tubuh.

4. Menyebabkan kekurangan nutrisi

Hewan yang terlalu banyak mengonsumsi plastik berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena makanan yang masuk ke tubuh tidak mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi.

Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan penurunan berat badan, tubuh menjadi lemah, pertumbuhan terganggu, hingga menurunkan kemampuan hewan untuk bertahan hidup.

5. Mengganggu proses pencernaan

Plastik yang berada di dalam saluran pencernaan dapat mengganggu proses pencernaan makanan.

Selain plastik berukuran besar, mikroplastik juga menjadi perhatian karena memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga dapat tertelan bersama makanan atau air.

Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat berhubungan dengan perubahan pada saluran pencernaan, termasuk gangguan mikrobiota usus dan respons peradangan.

6. Memicu peradangan dan stres oksidatif

Mikroplastik tidak hanya menjadi benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Paparan terhadap partikel tersebut dalam sejumlah penelitian juga dikaitkan dengan peradangan dan stres oksidatif.

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah molekul reaktif di dalam tubuh melebihi kemampuan sistem pertahanan tubuh untuk menetralisirnya.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi sel dan jaringan.

Meski demikian, tingkat dampaknya dapat berbeda antara satu jenis hewan dengan hewan lainnya dan masih menjadi objek penelitian.

7. Membawa bahan kimia ke dalam tubuh

Plastik dapat mengandung berbagai bahan tambahan yang digunakan selama proses produksinya. Selain itu, mikroplastik yang berada di lingkungan juga dapat berinteraksi dengan berbagai bahan pencemar.

Ketika plastik atau mikroplastik tertelan, terdapat kemungkinan bahan-bahan tersebut ikut masuk ke dalam tubuh hewan.

Dampaknya bergantung pada jenis plastik, bahan kimia yang terkait, jumlah paparan, serta jenis hewan yang mengonsumsinya.

8. Mengganggu pertumbuhan dan perkembangan

Paparan plastik, khususnya mikroplastik, juga menjadi perhatian dalam penelitian mengenai pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Sejumlah penelitian eksperimental menunjukkan adanya kemungkinan perubahan pada perkembangan hewan akibat paparan mikroplastik.

Namun, hasil penelitian tidak dapat langsung digeneralisasikan kepada seluruh spesies karena efeknya dapat dipengaruhi oleh jenis plastik, konsentrasi paparan, durasi paparan, dan karakteristik masing-masing hewan.

9. Berpotensi mengganggu reproduksi

Paparan mikroplastik juga telah diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap sistem reproduksi.

Pada beberapa penelitian terhadap hewan, paparan mikroplastik dikaitkan dengan perubahan pada fungsi reproduksi. Dampak tersebut dapat berpengaruh terhadap kemampuan menghasilkan keturunan apabila terjadi dalam kondisi dan tingkat paparan tertentu.

Meski demikian, penelitian mengenai dampak jangka panjang mikroplastik terhadap reproduksi hewan masih terus berkembang.

10. Dapat menyebabkan kematian

Dalam kasus yang parah, konsumsi plastik dapat berakhir dengan kematian.

Penyumbatan saluran pencernaan, luka pada organ dalam, kekurangan nutrisi dan gangguan kesehatan lainnya dapat terjadi secara bersamaan.

Risiko tersebut menjadi semakin besar apabila hewan mengonsumsi plastik dalam jumlah banyak atau tidak mampu mengeluarkannya dari tubuh.

Baca Juga: Transjakarta Luncurkan Program Isi Ulang Air Gratis, Dorong Penggunaan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

Penyu dan Burung Laut Jadi Contoh Hewan yang Rentan

Penyu laut merupakan salah satu hewan yang sering dikaitkan dengan masalah sampah plastik.

Beberapa jenis penyu dapat salah mengira kantong plastik sebagai makanan, termasuk karena bentuknya menyerupai organisme laut yang menjadi bagian dari makanannya. Plastik yang tertelan kemudian dapat berada di saluran pencernaan dan mengurangi ruang yang tersedia untuk makanan.

Burung laut juga memiliki risiko serupa. Plastik yang tertelan dapat menumpuk di saluran pencernaan dan membuat burung mendapatkan lebih sedikit nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya.

Masalah tersebut menunjukkan bahwa sampah plastik yang berada di lingkungan bukan hanya persoalan kebersihan. Sampah tersebut dapat masuk ke rantai makanan dan memberikan dampak langsung terhadap satwa.

Apa yang Terjadi Jika Hewan Memakan Mikroplastik?

Berbeda dengan potongan plastik berukuran besar, mikroplastik berukuran sangat kecil sehingga lebih mudah masuk ke tubuh hewan melalui makanan dan air.

Mikroplastik dapat ditemukan pada berbagai lingkungan, termasuk laut, sungai, tanah, dan sumber makanan.

Ketika tertelan, partikel tersebut dapat berinteraksi dengan sistem pencernaan. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara paparan mikroplastik dengan peradangan, stres oksidatif, perubahan mikrobiota usus dan gangguan fisiologis tertentu pada hewan.

Namun, penelitian mengenai dampak mikroplastik masih terus berkembang. Karena itu, efek yang ditemukan dalam penelitian laboratorium tidak selalu dapat dianggap sama dengan kondisi seluruh hewan yang hidup di alam.

Bagaimana Mencegah Hewan Memakan Plastik?

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi kemungkinan sampah plastik masuk ke habitat hewan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

  • Tidak membuang sampah plastik ke sungai, laut, maupun lingkungan.

  • Memilah sampah berdasarkan jenisnya.

  • Memastikan sampah plastik dibuang pada tempat yang tepat.

  • Mengurangi penggunaan kantong plastik dan kemasan sekali pakai.

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar habitat hewan.

  • Mengedukasi masyarakat mengenai bahaya sampah plastik terhadap satwa.

Langkah sederhana tersebut penting karena sampah yang terlihat kecil bagi manusia dapat menjadi ancaman serius bagi hewan ketika tertelan.

Hewan yang memakan plastik dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan. Plastik berukuran besar dapat menyebabkan penyumbatan dan luka pada saluran pencernaan, sedangkan paparan mikroplastik dapat berkaitan dengan peradangan, stres oksidatif, perubahan mikrobiota usus dan gangguan fisiologis lainnya.

Dalam kondisi yang parah, konsumsi plastik dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, gangguan kesehatan serius hingga kematian.

Oleh karena itu, mengurangi penggunaan plastik dan mencegah sampah masuk ke lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi hewan dan ekosistem.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R