Aktif Saat Kita Tidur: Inilah Deretan Hewan Nokturnal di Indonesia
AKURAT.CO Ketika malam perlahan mengambil alih dan hiruk pikuk manusia mereda, ada dunia lain yang justru mulai hidup. Gelap yang tampak sunyi bagi kita sebenarnya adalah waktu tersibuk bagi banyak satwa liar Indonesia. Mereka keluar dari persembunyian, mulai mencari makan, berburu, hingga menjaga wilayahnya. Inilah hewan-hewan nokturnal makhluk yang menjadikan malam sebagai jam aktif utamanya. Pilihan ritme hidup ini bukan kebetulan.
Bagi mereka, suasana sejuk, minim gangguan, dan lebih sedikit predator membuat malam menjadi waktu yang ideal. Tak heran Indonesia, dengan kekayaan hayatinya, menjadi rumah bagi begitu banyak penghuni malam.
Baca Juga: Beyond the Cage Serukan Perlindungan Hewan, Kesehatan Konsumen, dan Tanggung Jawab Korporasi
Apa Itu Hewan Nokturnal?
Hewan nokturnal adalah hewan yang melakukan sebagian besar aktivitasnya, seperti bergerak, mencari makan, hingga berkembang biak pada malam hari. Pola hidup ini didukung oleh berbagai adaptasi fisik dan sensorik. Misalnya, mata yang lebih besar untuk menangkap cahaya minim, pendengaran tajam, hingga kemampuan mengenali bau dengan lebih sensitif. Kombinasi kemampuan ini membuat mereka tetap dapat “melihat” lingkungannya meskipun tidak ada cahaya matahari.
Tidak hanya mamalia, kelompok nokturnal juga mencakup burung, reptil, amfibi, dan serangga. Masing-masing telah berevolusi dengan caranya sendiri sehingga mampu menguasai dunia malam dengan sangat efektif.
Mengapa Banyak Satwa Indonesia Memilih Waktu Malam?
Sebagai negara tropis, suhu siang hari di banyak wilayah Indonesia terbilang tinggi. Kondisi ini mendorong beberapa hewan untuk mengurangi aktivitas di bawah terik matahari. Malam memberi suhu yang lebih sejuk sehingga energi tubuh dapat digunakan dengan lebih efisien.
Selain itu, malam juga menawarkan perlindungan. Banyak predator besar yang berburu saat siang, sehingga hewan kecil lebih aman keluar ketika gelap. Kondisi cahaya minim juga membantu mereka berburu mangsa yang cenderung tidak waspada. Di alam, kesempatan bertahan hidup sering ditentukan oleh waktu, dan malam hari menjadi strategi adaptif bagi banyak spesies.
Deretan Hewan Nokturnal Indonesia yang Menarik Diketahui
Indonesia memiliki ratusan hewan nokturnal, namun beberapa di antaranya cukup menonjol karena ciri atau perilakunya yang unik. Berikut beberapa contoh yang paling dikenal:
1. Tarsius
Tarsius adalah primata kecil yang ditemukan di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. Hewan ini memiliki mata yang sangat besar dibanding ukuran tubuhnya, membuatnya mampu mendeteksi gerakan kecil pada kondisi gelap. Tarsius terkenal sebagai pemburu serangga yang lincah dan dapat melompat jauh antar cabang pohon. Kehadirannya menjadi indikator baik bagi kesehatan hutan.
2. Kukang (Slow Loris)
Kukang sering dikenal melalui penampilannya yang menggemaskan, namun ia sebenarnya adalah hewan liar yang aktif pada malam hari. Gerakannya lambat, tetapi penciumannya sangat kuat. Sayangnya, kukang menjadi salah satu satwa yang rentan diperdagangkan sebagai hewan peliharaan, padahal ia termasuk satwa dilindungi dan memiliki bisa pada kelenjar lengannya.
3. Kucing Kuwuk (Leopard Cat)
Kucing kuwuk adalah kucing liar berukuran kecil yang bisa dijumpai di Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Jawa. Pola berburu utamanya adalah saat malam, terutama memburu tikus, burung kecil, dan reptil. Meski sekilas mirip kucing domestik, spesies ini memiliki naluri liar yang kuat dan peran penting dalam mengendalikan populasi hewan pengerat di alam.
4. Musang Luwak
Musang luwak termasuk hewan yang sangat fleksibel dalam memilih habitat. Ia dapat hidup di hutan, perkebunan, hingga pemukiman manusia. Pada malam hari, musang aktif mencari makanan seperti buah, serangga, bahkan hewan kecil. Musang juga berperan sebagai penyebar biji tanaman yang efektif.
5. Kelelawar
Kelelawar adalah kelompok nokturnal terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Ada kelelawar pemakan buah dan pemakan serangga. Untuk bernavigasi dalam gelap, sebagian kelelawar menggunakan ekolokasi, yaitu kemampuan memantulkan suara untuk mengetahui posisi benda di sekitar. Perannya dalam penyerbukan dan penyebaran biji sangat penting bagi regenerasi banyak jenis pohon.
6. Burung Hantu
Burung hantu adalah salah satu simbol hewan malam. Dengan wajah menyerupai “cakram” yang berfungsi menangkap suara, burung hantu mampu mendengar dengan sangat presisi. Ketika malam tiba, burung ini aktif memburu tikus dan hewan kecil lainnya, sehingga keberadaannya sangat membantu ekologis di lingkungan pertanian.
7. Tenggiling
Tenggiling adalah mamalia bersisik yang semakin langka. Ia aktif mencari sarang semut dan rayap pada malam hari. Cakar kuat dan lidah panjangnya memungkinkan tenggiling mengambil serangga dari celah kecil di kayu. Ancaman utama bagi hewan ini adalah perburuan ilegal dan kehilangan habitat.
Baca Juga: 17 Hewan Paling Setia Di Dunia, Ternyata Burung Hantu Salah Satunya
Mengapa Kita Perlu Peduli?
Keberadaan hewan nokturnal mungkin jarang kita saksikan secara langsung, namun perannya dalam ekosistem sangat besar. Mereka menjaga keseimbangan rantai makanan, menjadi penyerbuk, penyebar biji, dan pengendali hama alami. Bila populasi mereka menurun, keseimbangan lingkungan akan ikut terganggu.
Melalui perlindungan habitat, pengendalian perburuan ilegal, serta edukasi masyarakat, spesies nokturnal Indonesia memiliki kesempatan untuk tetap bertahan di tengah perubahan lingkungan yang pesat.
Nia Ayunia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







