Akurat Logo

Cara Menanam Kacang Tanah agar Hasil Melimpah: Panduan Praktis untuk Panen Maksimal

Redaksi Akurat | 1 Oktober 2026, 22:35 WIB
Cara Menanam Kacang Tanah agar Hasil Melimpah: Panduan Praktis untuk Panen Maksimal
Kacang Tanah

AKURAT.CO Untuk mendapatkan hasil melimpah saat menanam kacang tanah, penting untuk menggunakan metode budidaya yang benar.

Tanaman legum ini dapat memberikan produktivitas tinggi jika dikelola dengan baik, mulai dari mempersiapkan lahan, memilih benih, hingga perawatan yang tepat. Dengan teknik yang sesuai, hasil panen bisa mencapai 2-3 ton per hektar.

Baca Juga: Ini Alasan Singapore Airlines Hentikan Sajian Kudapan Kacang Tanah

Persiapan Lahan yang Tepat

Lahan ideal untuk kacang tanah adalah tanah lempung berpasir dengan pH antara 6,0 hingga 6,5 serta memiliki drainase yang baik. Gemburkan tanah sedalam 20-30 cm dan biarkan terkena sinar matahari selama 7-10 hari. Tambahkan pupuk kandang yang telah matang sekitar 2-3 ton per hektar dan kapur pertanian sebanyak 200-300 kg per hektar agar kesuburan tanah meningkat.

Buatlah bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 20-30 cm, dan jarak antar bedengan 40-50 cm. Sistem bedengan penting untuk mempertahankan kelembaban yang ideal dan mencegah genangan air yang bisa merusak polong.

Pemilihan Benih Berkualitas

Pilih varietas unggul yang bersertifikat seperti Gajah, Kancil, atau Tuban yang memiliki potensi hasil tinggi. Sebelum menanam, rendam benih dalam air selama 4-6 jam untuk memilih benih yang berkualitas baik pilih benih yang tenggelam. Perlakukan dengan fungisida organik untuk melindungi dari jamur di tahap awal pertumbuhan.

Teknik Penanaman yang Benar

Waktu terbaik untuk menanam adalah pada awal musim kemarau atau akhir musim hujan. Buat lubang tanam sedalam 3-5 cm dan beri jarak 25x25 cm atau 30x20 cm antar lubang. Tanam 2-3 biji per lubang dengan posisi tunas mengarah ke bawah, tutup dengan tanah tipis, dan siram sedikit. Lakukan penanaman pada pagi atau sore untuk menghindari evaporasi yang tinggi.

Perawatan Intensif

1. Penyiraman dan Pemupukan

Lakukan penyiraman setiap 2-3 hari terutama pada masa pembungaan dan ketika polong mulai terbentuk. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat merusak akar. Berikan pupuk NPK dasar sebanyak 200-250 kg per hektar saat penanaman, dan lakukan pemupukan tambahan saat tanaman berumur 2-3 minggu dan 5-6 minggu, dengan fokus pada unsur fosfor dan kalium.

2. Penyiangan dan Pembumbunan

Lakukan penyiangan terhadap gulma ketika tanaman berusia 2-3 minggu dan 5-6 minggu untuk menurunkan persaingan terhadap unsur hara. Pembumbunan sangat perlu untuk membantu ginofor (tangkai bakal polong) masuk ke dalam tanah guna memaksimalkan pembentukan polong.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama seperti ulat grayak, trips, dan penggerek polong bisa diatasi menggunakan pestisida nabati atau kimia sesuai dosis yang dianjurkan. Untuk penyakit bercak daun dan layu bakteri, pakailah fungisida serta pastikan drainase tanah berada dalam kondisi baik.

Waktu dan Cara Panen

Kacang tanah biasanya siap untuk dipanen antara umur 85-100 hari tergantung pada varietas. Tanda bahwa tanaman siap dipanen adalah ketika 75-80% daun menguning, batang menjadi keras, dan kulit polong berwarna cokelat kehitaman. Lakukan uji coba dengan mencabut beberapa tanaman untuk memastikan polong sudah terisi penuh.

Cabutlah tanaman dengan hati-hati agar polong tidak jatuh ke tanah. Jemur tanaman yang masih memiliki polong selama 3-5 hari, setelah itu rontokkan polong dan jemur kembali sampai kadar airnya mencapai 9-10% untuk penyimpanan yang optimal.

Tips Meningkatkan Produktivitas

Menggunakan mulsa plastik atau jerami dapat meningkatkan hasil panen sebesar 15-20% karena dapat menjaga kelembaban sekaligus mengurangi gulma. Lakukan rotasi tanaman dengan palawija lain seperti jagung atau kedelai untuk memutus siklus penyakit dan hama. Memilih varietas yang sesuai dengan karakteristik tanah serta menggunakan sistem irigasi tetes pada lahan kering dapat meningkatkan efisiensi hingga 40-50%.

Budidaya kacang tanah yang menghasilkan hasil melimpah memerlukan manajemen yang baik dari tahap persiapan lahan sampai pasca panen.

Persiapan lahan yang baik dengan pH yang sesuai, pemilihan biji berkualitas, metode tanam yang tepat, dan perawatan yang intensif adalah faktor penting untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Waktu serta metode panen yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil berkualitas.

Faktor lingkungan seperti cuaca, jenis tanah, dan ketersediaan air berpengaruh besar terhadap hasil panen. Melakukan evaluasi setiap musim tanam dan menyesuaikan metode budidaya dengan kondisi lokal akan mendorong perbaikan yang berkelanjutan.

Dengan penerapan teknik yang tepat secara konsisten, target hasil 2-3 ton per hektar dapat tercapai.

Tia Ayulia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R