BINUS Buka Beasiswa 2027/2028, Soroti Masih Rendahnya Akses Pendidikan Tinggi

AKURAT.CO Akses pendidikan tinggi di Indonesia masih menjadi tantangan karena belum semua lulusan sekolah menengah melanjutkan ke perguruan tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi baru mencapai 31,45 persen.
Pemerintah menargetkan APK pendidikan tinggi meningkat menjadi 38,04 persen pada 2029. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak menghadirkan program untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Salah satunya dilakukan BINUS University yang kembali membuka BINUS Scholarship untuk tahun akademik 2027/2028. Program ini ditujukan bagi talenta muda di bidang akademik, olahraga, kreativitas digital, kepemimpinan, hingga kontribusi sosial.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mengatakan BINUS Scholarship bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Menurutnya, program tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dalam ekosistem pembelajaran yang relevan.
"BINUS Scholarship bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk bertumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan," ujar Dr. Nelly, saat bincang media di BINUS Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, mahasiswa perlu memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, kepemimpinan dan kreativitas. Bekal tersebut dinilai penting agar lulusan mampu menghadirkan solusi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
BINUS University juga menghadirkan tiga penerima beasiswa untuk berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan. Ketiganya berasal dari jalur olahraga, prestasi akademik dan kreativitas digital.
Keira Hadinoto, penerima Beasiswa Student Athlete, mengatakan dirinya harus membagi waktu antara kuliah dan latihan sebagai atlet. Menurutnya, beasiswa tersebut membuatnya tetap bisa mengejar prestasi akademik maupun olahraga.
Sementara itu, penerima Beasiswa Widia, Akmal Insan Purwandha, mengaku beasiswa yang diterimanya menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia juga berharap semakin banyak pelajar berani memanfaatkan peluang beasiswa.
"Kesempatan ini semakin memotivasi saya untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan suatu hari nanti dapat memberikan dampak positif bagi orang lain maupun Indonesia," ungkap Akmal.
Penerima Beasiswa BINUSFLUENCER, Almeyda Nayara, menilai kreativitas digital yang ditekuninya justru membuka peluang untuk memperoleh beasiswa. Ia mengatakan dukungan orang tua menjadi salah satu faktor yang membuatnya terus berkarya secara positif.
Selain menghadirkan program beasiswa, BINUS University juga memperkuat pembelajaran melalui Digital Transformation & AI Experience Ecosystem. Program ini membekali mahasiswa memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), secara etis dan bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH







