AKURAT.CO Gunung berapi adalah salah satu fenomena alam paling dahsyat di Bumi.
Saat terjadi letusan, tidak hanya material vulkanik yang keluar, tetapi juga terbentuk cekungan khas di puncak gunung yang disebut kawah.
Kawah ini merupakan jejak aktivitas vulkanik yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu panjang.
Baca Juga: Mengenal Penyebab Gunung Berapi Meletus dan Deretan Paling Aktif di Indonesia
Awal Aktivitas
Proses terbentuknya kawah berawal dari ruang magma yang terletak jauh di bawah permukaan bumi.
Dari ruang inilah magma atau batuan cair panas yang bercampur dengan gas vulkanik bergerak naik melalui saluran utama menuju permukaan.
Tekanan besar dari gas yang terperangkap membuat magma terdorong ke luar, memicu letusan gunung berapi.
Pembentukan Kawah
Ketika magma berhasil mencapai permukaan, ia keluar melalui lubang utama yang berada di puncak gunung.
Bersama magma, gas vulkanik pun terlepas ke atmosfer. Magma yang keluar disebut lava, dan alirannya, bersama abu serta material vulkanik lain, akan menumpuk di sekitar lubang erupsi.
Seiring waktu, tumpukan material ini membentuk kerucut gunung berapi dengan kawah di bagian atasnya sebagai jalur keluarnya magma.
Akumulasi Material Vulkanik
Letusan demi letusan akan menambah lapisan baru berupa lava yang mengeras, abu vulkanik, serta batuan pijar.
Lapisan inilah yang memperbesar dan mempertegas bentuk kawah. Setiap kali terjadi erupsi, kawah bisa bertambah lebar atau dalam, tergantung kekuatan dan jenis letusannya.
Dari Kawah ke Kaldera
Tidak semua gunung berapi berhenti pada pembentukan kawah sederhana. Pada letusan yang sangat besar dan eksplosif, ruang magma bisa terkuras begitu banyak hingga kosong.
Kondisi ini membuat bagian atas gunung kehilangan penopang dan akhirnya runtuh ke bawah. Runtuhan tersebut menciptakan depresi besar yang disebut kaldera.
Perbedaan mendasar antara kawah dan kaldera terletak pada ukurannyaka, wah lebih kecil, sedangkan kaldera bisa mencapai beberapa kilometer lebarnya.
Baca Juga: Enam Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Siaga dan Awas, dalam Pengawasan Penuh Pemerintah
Terbentuknya Danau Kawah
Seiring berjalannya waktu, kawah yang terbentuk dapat terisi air hujan maupun aliran air tanah.
Inilah yang kemudian melahirkan danau kawah, yang sering tampak indah dengan warna biru, hijau, bahkan kadang kekuningan akibat kandungan mineral vulkanik.
Danau kawah tidak hanya menjadi daya tarik alam, tetapi juga menyimpan potensi bahaya karena bisa mengandung air asam dan gas beracun.
Bunga Adinda (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









