Bukan Hanya Indonesia, Ini 10 Negara yang Pernah Dilanda Krisis Moneter Parah

AKURAT.CO Krisis moneter merupakan salah satu peristiwa ekonomi yang dapat memberikan dampak besar terhadap suatu negara. Ketika krisis terjadi, nilai mata uang domestik biasanya melemah tajam, harga barang dan jasa melonjak, tingkat pengangguran meningkat, serta aktivitas ekonomi mengalami perlambatan.
Dikutip dari Britannica, sejarah mencatat sejumlah negara pernah mengalami krisis moneter dan ekonomi yang menyebabkan gejolak sosial hingga perubahan kebijakan besar-besaran. Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan dampak tersebut saat krisis finansial Asia pada 1997-1998, ketika nilai tukar rupiah merosot drastis dan memicu ketidakstabilan ekonomi maupun politik.
Baca Juga: Harga Pertamax Naik? Ini 10 Cara Hemat BBM yang Wajib Dicoba Pengendara
Namun, Indonesia bukan satu-satunya negara yang pernah menghadapi situasi serupa. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Business Insider, Britannica, dan sejumlah sumber akademik, banyak negara di berbagai belahan dunia juga pernah mengalami krisis moneter dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Berikut daftar 10 negara yang pernah dilanda krisis moneter parah dan bagaimana mereka berupaya bangkit dari keterpurukan.
1. Vietnam
Vietnam mengalami kesulitan ekonomi serius pada dekade 1980-an setelah perang berkepanjangan. Infrastruktur rusak, produksi pertanian menurun, dan inflasi melonjak hingga tiga digit.
Pemerintah kemudian meluncurkan kebijakan reformasi ekonomi bernama Đổi Mới yang membuka perekonomian dan mendorong investasi. Kebijakan tersebut berhasil mengubah Vietnam menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.
2. Rusia
Pada 1998, Rusia menghadapi krisis utang dan mata uang yang diperparah oleh dampak krisis keuangan Asia. Pemerintah gagal memenuhi sejumlah kewajiban keuangan sehingga memicu inflasi tinggi dan penutupan banyak bank.
Meski sempat mengalami tekanan berat, ekonomi Rusia perlahan pulih setelah harga energi dunia meningkat dan ekspor kembali menguat.
3. Brasil
Brasil juga terkena dampak gejolak ekonomi global pada akhir 1990-an. Arus modal asing keluar dalam jumlah besar membuat nilai mata uang melemah dan memicu ketidakstabilan ekonomi.
Dengan dukungan lembaga internasional dan kebijakan ekonomi yang lebih fleksibel, Brasil akhirnya mampu mengembalikan kepercayaan investor.
4. Thailand
Thailand menjadi salah satu negara yang paling terdampak saat krisis finansial Asia 1997. Nilai mata uang baht jatuh tajam dan memicu efek domino ke berbagai negara Asia Tenggara.
Krisis ini menyebabkan banyak perusahaan bangkrut dan utang meningkat. Bantuan internasional kemudian membantu Thailand menstabilkan perekonomiannya.
5. Indonesia
Krisis moneter 1998 menjadi salah satu peristiwa ekonomi paling bersejarah di Indonesia. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.000 per dolar AS sempat merosot hingga lebih dari Rp16.000 per dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







