Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 175 Kurikulum Merdeka: Teks Diskusi

AKURAT.CO Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 175 Kurikulum Merdeka membahas materi tentang teks diskusi yang memuat pro dan kontra terkait kemunculan puisi esai sebagai jenis puisi baru.
Soal ini mengajak siswa memahami isi teks, menemukan pokok persoalan, hingga menganalisis alasan pihak yang mendukung maupun menentang suatu fenomena dalam dunia sastra.
Melalui pembahasan ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, serta memahami struktur teks diskusi dengan lebih mudah.
Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 175 Kurikulum Merdeka lengkap yang dapat dijadikan bahan belajar di rumah.
Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 175
Setelah membaca dengan saksama teks di atas, bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Kemudian, lakukan diskusi untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Teks di atas termasuk dalam jenis teks apa? Jelaskan alasannya!
2. Apa yang menjadi pokok persoalan yang dibahas dalam teks tersebut? Jelaskan!
3. Mengapa hal tersebut menjadi polemik atau kontroversi di lingkungan masyarakat? Jelaskan!
4. Jelaskan alasan-alasan mengapa beberapa pihak bersikap mendukung/pro dalam teks tersebut!
5. Jelaskan alasan-alasan mengapa beberapa pihak bersikap menentang/kontra dalam teks tersebut!
6. Tulislah ide pokok masing-masing paragraf dalam teks tersebut!
7. Susunlah ringkasan berdasarkan isi teks di atas dengan kata-kata sendiri!
Jawaban:
1. Menurut saya, teks tersebut termasuk dalam jenis teks argumentasi karena berisi opini penulis yang disertai alasan dan pembuktian oleh fakta disampaikan secara logis dan objektif, serta bertujuan untuk menyakinkan dan memengaruhi pembaca.
2. Pokok permasalahan yang dibahas adalah pro dan kontra terkait kehadiran puisi esai sebagai jenis puisi baru.
3. Menurut saya, hal tersebut menjadi polemik di lingkungan masyarakat karena terpecahnya kalangan penyair dan sastrawan menjadi dua kubu terkait puisi esai. Mereka memiliki perbedaan dalam pemahaman tentang puisi esai dalam perpuisian Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









