Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 179: Diksi, Majas dan Tipografi

AKURAT.CO Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 179 tentang analisis puisi Nyanyian Gerimis.
Materi ini membahas unsur diksi, majas, dan tipografi yang terdapat dalam puisi.
Baca Juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 232 Kurikulum Merdeka, Lembar Aktivitas 3: Aktivitas Kelompok
Melalui pembahasan ini, siswa diharapkan mampu memahami penggunaan pilihan kata, gaya bahasa, serta bentuk tampilan puisi yang digunakan penyair untuk menyampaikan makna dan suasana tertentu.
1. Diksi
Pada bagian ini, siswa diminta menuliskan pilihan kata yang memiliki makna khusus dalam puisi Nyanyian Gerimis.
Jawaban:
1. Kuntum kesepian
Makna dari kata tersebut menggambarkan rasa sepi yang diibaratkan seperti bunga. Kata “kuntum” biasanya digunakan untuk bunga yang indah. Penyair ingin menunjukkan bahwa kesepian tetap memiliki sisi keindahan tertentu.
2. Seluas kalbu
Kata “kalbu” memiliki arti hati, batin, atau perasaan terdalam seseorang. Ungkapan ini menggambarkan perasaan yang dirasakan penyair secara mendalam hingga memenuhi seluruh jiwanya.
3. Lengkung pelangi
Pelangi identik dengan keindahan dan warna-warni yang memikat. Frasa ini menggambarkan sesuatu yang indah dan penuh harapan.
4. Kawah gunung berapi
Kawah gunung berapi melambangkan sesuatu yang dipendam namun bisa meledak sewaktu-waktu. Penyair menggunakan ungkapan ini untuk menggambarkan rasa rindu yang sangat besar dan kuat.
2. Majas (Gaya Bahasa)
Siswa juga diminta mengidentifikasi jenis majas beserta efek atau kesan yang ditimbulkan dalam puisi.
Jawaban
1. Metafora
Larik: Bagai kawah gunung berapi dan Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu
Efek yang ditimbulkan adalah menggambarkan besarnya rasa kesepian dan kerinduan yang terus memuncak.
2. Personifikasi
Larik: Nyanyian gerimis
Efeknya memberikan kesan sedih dan muram karena gerimis digambarkan seolah-olah dapat bernyanyi seperti manusia.
3. Simile
Larik: Seperti lengkung pelangi
Majas ini menimbulkan kesan indah dan menggambarkan cahaya mata yang penuh kerinduan.
4. Sinestesia
Larik: Dipetik hangat percakapan
Ungkapan tersebut memberikan kesan bahwa rasa sepi dapat sedikit terobati melalui percakapan yang hangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









