Profil dan Perjuangan Chanee Kalaweit, Aktivis Lingkungan Penjaga Hutan Kalimantan

AKURAT.CO Di tengah hiruk-pikuk isu lingkungan, ada sosok yang begitu berdedikasi menyelamatkan satwa liar di Indonesia.
Chanee Kalaweit, aktivis asal Prancis, telah menetap di Kalimantan lebih dari 20 tahun demi konservasi hutan dan satwa.
Bersama keluarganya, Chanee mendirikan Yayasan Kalaweit yang fokus melindungi owa dan berbagai satwa endemik.
Dari awal kedatangannya ke Indonesia hingga membangun rumah kayu di hutan, kisah Chanee penuh inspirasi. Bagaimana dia menjaga alam, mendidik anak, sekaligus beradaptasi dengan budaya lokal.
Baca Juga: Lalamove Rilis Sustainability Report 2025, Lampaui Target Kendaraan Ramah Lingkungan Lebih Cepat
Berikut profil dan biodata Chanee Kalaweit di bawah ini!
Biodata Singkat Chanee Kalaweit
Nama Lengkap: Aurelien Francis Brule
Nama Panggilan: Chanee Kalaweit
Tempat, Tanggal Lahir: Prancis, 2 Juli 1979
Usia: 43 Tahun
Pasangan: Nur Pradawati (Prada Kalaweit)
Anak: Andrew Ananda Brule dan Enzo
Agama: Kristen
Profesi: Aktivis Lingkungan
Awal Kedatangan ke Indonesia
Chanee Aurelien Francis Brule, datang ke Indonesia pada 1998 saat berusia 18 tahun. Ia memiliki tujuan jelas yaitu, menyelamatkan primata seperti owa yang terancam punah.
Sejak pertama tiba, Chanee menetap di Kalimantan dan mulai membangun jaringan konservasi. Dia belajar bahasa dan budaya lokal untuk mempermudah komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan.
Baca Juga: Hari Hiu Paus Internasional: Begini Cara Teknologi Satelit dan Drone Lindungi Satwa Laut
Keluarga dan Kehidupan Pribadi
Pada 17 Maret 2002, Chanee menikah dengan gadis Dayak bernama Nur Pradawati atau Prada Kalaweit. Pasangan ini dikaruniai dua anak, Andrew Ananda Brule dan Enzo.
Keluarga mereka tinggal di rumah kayu di hutan Pararawen, Kalimantan Tengah, yang dilengkapi listrik tenaga surya, air bersih, dan akses internet meski berada jauh dari kota. Prada juga menanam sayur dan buah untuk kebutuhan sehari-hari.
Yayasan Kalaweit dan Konservasi Satwa
Chanee mendirikan Yayasan Kalaweit untuk melindungi satwa liar dan hutan Kalimantan. Dia bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tak hanya di Kalimantan tetapi juga Sumatera Barat.
Selama lebih dari 20 tahun, ia berhasil mengamankan lebih dari 1.000 hektare hutan. Perjuangannya melibatkan risiko besar, termasuk ancaman dari perusahaan yang mengutamakan keuntungan di atas konservasi.
Perjuangan Melawan Karhutla
Chanee turut merasakan dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dia kerap mengunggah video kampanye untuk menyoroti bahaya karhutla bagi satwa, manusia, dan ekosistem.
Pada 2015, dia bahkan membuat video terbuka untuk Presiden Indonesia, menyuarakan kemarahannya terhadap praktik industri sawit yang merusak hutan dan kesehatan masyarakat.
Filosofi dan Kehidupan Sehari-hari
Meskipun tinggal di hutan, Chanee tetap menjalani kehidupan modern dengan internet, komputer, dan energi ramah lingkungan, serta membagikan kegiatan konservasinya di YouTube dengan 242 ribu subscriber.
Bagi Chanee, keberhasilan konservasi tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya pendidikan lingkungan dan keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian hutan.
Amalia Febriyani (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








