Hukum Puasa bagi Penderita Darah Tinggi

AKURAT.CO Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memenuhi syarat.
Namun, bagi penderita darah tinggi atau hipertensi, sering muncul pertanyaan apakah mereka tetap wajib berpuasa atau justru diperbolehkan untuk tidak menjalankannya. Hal ini penting karena menyangkut kewajiban agama sekaligus kondisi kesehatan.
Dalam Islam, orang yang sakit mendapat keringanan (rukhsah). Artinya, jika puasa berisiko memperburuk kondisi tubuh, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Penentuan hukumnya sangat bergantung pada tingkat keparahan hipertensi yang dialami.
Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Bisa Picu Stroke, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini
Apa Itu Darah Tinggi dan Dampaknya bagi Tubuh?
Darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal dalam jangka waktu lama.
Jika tidak terkontrol, kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.
Beberapa penderita mungkin tidak merasakan gejala yang berarti. Namun, ada juga yang sering mengalami pusing, lemas, hingga gangguan penglihatan. Karena itu, penting memahami kondisi tubuh sebelum memutuskan berpuasa.
Hukum Puasa bagi Penderita Darah Tinggi Ringan
Jika tekanan darah masih stabil dan terkontrol dengan baik, maka penderita darah tinggi tetap wajib berpuasa.
Terutama jika dokter menyatakan bahwa kondisinya aman dan tidak berisiko membahayakan kesehatan.
Dalam kondisi ini, puasa bahkan bisa membantu mengatur pola makan menjadi lebih terkontrol. Namun tetap perlu menjaga asupan garam, lemak, dan cairan agar tekanan darah tetap stabil.
Hukum Puasa bagi Penderita Hipertensi Berat atau Kronis
Jika darah tinggi sering kambuh, tidak stabil, atau berisiko menimbulkan komplikasi serius, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Islam tidak menghendaki umatnya berada dalam kondisi yang membahayakan diri sendiri.
Bagi penderita kronis yang tidak memungkinkan untuk berpuasa sama sekali, kewajiban dapat diganti dengan membayar fidyah sesuai ketentuan syariat.
Sedangkan jika masih ada kemungkinan sembuh, maka puasa dapat diganti di hari lain setelah kondisi membaik.
Baca Juga: Ramadan Bareng Grab: 20 Ribu Takjil Dibagikan di 40 Kota, Ditutup Buka Puasa Bersama Rhoma Irama
Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Darah Tinggi
Agar puasa tetap aman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Konsultasi ke dokter sebelum Ramadan.
Minum obat sesuai jadwal yang disesuaikan (sahur dan berbuka).
Hindari makanan tinggi garam dan lemak saat berbuka.
Perbanyak minum air putih di malam hari.
Hindari aktivitas fisik berat di siang hari.
Jika muncul gejala seperti pusing berat atau hampir pingsan, sebaiknya segera berbuka demi menjaga keselamatan.
Caesaria (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








