Definisi Sastra yang Bisa Bikin Kamu Lebih Menghargai Buku

AKURAT.CO Kesusastraan menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia karena berperan sebagai cerminan pengalaman, pemikiran, dan perasaan masyarakat.
Dalam bahasa Indonesia, istilah “sastra” berasal dari kata Sansekerta shastra, di mana sas berarti pedoman atau instruksi, sedangkan tra bermakna alat atau sarana. Kata ini kemudian berkembang menjadi susastra, yang mengandung makna “karya yang baik dan indah”.
Para ahli bahasa Indonesia memberikan definisi kesusastraan dari berbagai sudut pandang, memperlihatkan kedalaman fungsi dan perannya dalam masyarakat.
Mereka menekankan bahwa karya sastra bukan sekadar tulisan bebas, tetapi memiliki ciri khas berupa bahasa yang indah, penggambaran kehidupan manusia, dan nilai-nilai sosial yang tersirat.
Baca Juga: Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra
Makna Kesusastraan Menurut Para Ahli
1. Plato
Menurut filsuf Yunani ini, sastra adalah bentuk tiruan (mimesis) dari kenyataan. Karya sastra menjadi model kehidupan, menampilkan peristiwa dan pengalaman manusia sehari-hari secara teladan.
2. Sapardi Djoko Damono (1979)
Sapardi melihat sastra sebagai lembaga sosial yang memanfaatkan bahasa sebagai media penyampaian. Sastra menghadirkan gambaran kehidupan manusia dan realitas sosial di sekitarnya.
3. Mursal Esten (1978)
Esten menekankan bahwa sastra adalah ekspresi artistik dan imajinatif yang memanifestasikan kehidupan manusia dan masyarakat. Karya sastra menggunakan bahasa untuk memberikan efek positif terhadap kehidupan pembaca.
4. Taum (1997)
Taum mendefinisikan sastra sebagai karya cipta atau fiksi yang imajinatif, menggunakan bahasa indah, dan memiliki kegunaan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Semi (1988)
Menurut Semi, sastra adalah hasil karya seni kreatif yang mengambil manusia dan kehidupannya sebagai objek. Bahasa menjadi medium utama untuk menyampaikan pesan dan emosi dalam karya tersebut.
Dari pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa sastra adalah hasil cipta manusia yang menggambarkan kehidupan manusia melalui bahasa, imajinasi, dan kreativitas.
Baca Juga: Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra
Perbedaan Sastra dengan Tulisan Bebas
Meskipun sama-sama menggunakan bahasa, sastra berbeda dengan tulisan bebas. Tulisan bebas bisa berupa catatan harian, artikel, atau opini yang lebih fokus pada informasi atau opini penulis, tanpa memperhatikan nilai estetika atau kedalaman emosi.
Sebaliknya, sastra menekankan keindahan bahasa, pengungkapan emosi, serta nilai moral dan sosial, sehingga setiap karya memiliki daya tarik tersendiri bagi pembaca.
Fungsi Kesusastraan dalam Kehidupan
Menurut Kosasih (2012), sastra memiliki lima fungsi utama:
- Rekreasi: Membawa hiburan dan kesenangan bagi pembaca, membuat mereka sejenak melupakan masalah sehari-hari.
- Didaktik: Memberikan pelajaran dan pemahaman mengenai kehidupan, norma, dan etika sosial.
- Estetis: Menyajikan keindahan melalui pilihan kata, gaya bahasa, dan struktur karya.
- Moralitas: Menanamkan nilai-nilai etika, keadilan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
- Religiusitas: Memuat ajaran dan nilai spiritual, yang sejalan dengan budaya dan kepercayaan masyarakat.
Contohnya, novel “Siti Nurbaya” karya Marah Rusli tidak hanya menyajikan kisah percintaan, tetapi juga nilai moral dan budaya masyarakat pada masanya.
Kesusastraan adalah jendela bagi manusia untuk melihat kehidupan, nilai-nilai sosial, dan budaya masyarakat.
Dari sudut pandang ahli bahasa Indonesia, sastra bukan sekadar hiburan, melainkan media kreatif yang memadukan imajinasi, bahasa, dan pesan moral, sehingga membedakannya dari tulisan bebas biasa.
Dengan memahami kesusastraan, masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga belajar menghargai budaya, sejarah, dan kehidupan manusia dalam berbagai dimensinya.
Mutiara MY (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








