Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Asas Konsentris dalam Menyikapi Keberagaman dan Masuknya Pengaruh Budaya Luar? Ini Penjelasan Lengkap dan Kunci Jawabannya

Naufal Lanten | 11 Oktober 2025, 15:48 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Asas Konsentris dalam Menyikapi Keberagaman dan Masuknya Pengaruh Budaya Luar? Ini Penjelasan Lengkap dan Kunci Jawabannya

 

AKURAT.CO Dalam Latihan Pemahaman Modul 3 Topik 1 Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025, banyak peserta dibuat penasaran dengan salah satu soal yang membahas tentang asas konsentris — sebuah konsep yang erat kaitannya dengan Filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

Topik ini bukan hanya sekadar teori, melainkan juga menyentuh filosofi pendidikan yang menjadi landasan karakter bangsa. Modul 3 sendiri berfokus pada Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai, sementara Topik 1 mengulas lebih dalam tentang Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai Landasan Pendidikan Nasional.

Banyak guru yang mengikuti program PPG 2025 mencari jawaban pasti untuk soal ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa yang dimaksud dengan asas konsentris, kunci jawaban soal PPG 2025, serta penjelasan mendalam mengenai makna filosofisnya dalam konteks pendidikan Indonesia.


Soal PPG 2025: Apa yang Dimaksud dengan Asas Konsentris dalam Menyikapi Keberagaman dan Masuknya Pengaruh Budaya Luar?

Berikut redaksi lengkap dari soal yang muncul dalam Latihan Pemahaman Modul 3 Topik 1 PPG 2025:

Apa yang dimaksud dengan azas konsentris dalam menyikapi keberagaman dan masuknya pengaruh budaya luar?

Pilihan jawaban yang tersedia adalah:

A. Pengembangan pendidikan yang harus dilaksanakan secara terus-menerus dan berkesinambungan dengan memperhatikan keragaman karakter dan kebutuhan siswa.
B. Merancang pembelajaran yang berpusat dan berfokus pada siswa, dengan memperhatikan kondisi lingkungan budaya sekitar.
C. Mengambil informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan dari berbagai sumber yang beragam, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang kita miliki sendiri.
D. Pengembangan program belajar secara konsentris dengan memperhatikan keragaman karakter dan kebutuhan siswa.
E. Menempatkan keberagaman dan pengaruh dari luar secara konsentris dengan karakter budaya sendiri sebagai pusatnya, sehingga siswa bertumbuh dan berkembang setinggi-tingginya tanpa kehilangan jati dirinya.


Kunci Jawaban yang Benar

Kunci jawaban yang tepat untuk soal ini adalah:

E. Menempatkan keberagaman dan pengaruh dari luar secara konsentris dengan karakter budaya sendiri sebagai pusatnya, sehingga siswa bertumbuh dan berkembang setinggi-tingginya tanpa kehilangan jati dirinya.


Penjelasan Lengkap tentang Asas Konsentris

Asas konsentris merupakan konsep pendidikan dan kebudayaan yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia dan pendiri Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta.

Dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara, pendidikan seharusnya tidak hanya meniru dari luar, tetapi juga berakar kuat pada budaya bangsa sendiri. Asas ini mengajarkan bahwa bangsa Indonesia boleh menerima pengaruh budaya luar, asalkan tetap menjadikan budaya lokal sebagai pusat atau poros utama.

Dikutip dari buku Wawasan Pendidikan karya Achmad Husen (2025:85), asas konsentris dijelaskan sebagai:

“Pengembangan kebudayaan yang dilakukan dengan tetap berfokus pada akar budaya lokal sebagai pusat atau inti yang harus diperkuat.”

Artinya, budaya luar boleh masuk untuk memberikan nilai tambah, inovasi, dan pengetahuan baru — tetapi tidak boleh menggantikan identitas dan jati diri bangsa.

Dalam konteks pendidikan modern, asas ini menuntun guru dan siswa agar terbuka terhadap perkembangan global, teknologi, serta kebudayaan internasional, tanpa kehilangan karakter asli bangsa Indonesia.


Makna Asas Konsentris dalam Dunia Pendidikan

Dalam pembelajaran, asas konsentris bisa diterapkan dengan cara:

  • Mendorong siswa untuk belajar dari berbagai sumber pengetahuan global, seperti literatur internasional atau teknologi pendidikan digital.

  • Tetap menanamkan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan dalam proses belajar.

  • Menggunakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan konteks budaya lokal dan kebutuhan siswa di lingkungan sekitarnya.

Dengan prinsip ini, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan identitas nasional yang kokoh.


Kenapa Banyak Peserta PPG Keliru Menjawab Soal Ini?

Sebagian peserta PPG 2025 keliru karena menganggap asas konsentris identik dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Padahal, meski sama-sama menempatkan peserta didik sebagai fokus, asas konsentris lebih menekankan pada keseimbangan antara pengaruh luar dan kekuatan budaya sendiri.

Kesalahpahaman ini muncul karena beberapa opsi jawaban tampak mirip, misalnya pada pilihan B dan C. Namun, jawaban E menjadi yang paling tepat karena menekankan karakter budaya sendiri sebagai pusat pengembangan pendidikan dan kebudayaan.


Asas Konsentris: Fondasi Pendidikan Berkarakter Indonesia

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara melalui asas konsentris masih sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi, peserta didik perlu memiliki filter budaya, agar mampu mengambil manfaat dari kemajuan dunia tanpa kehilangan akar budayanya sendiri.

Pendidikan berbasis asas konsentris menjadi pondasi penting untuk menciptakan generasi yang berpengetahuan luas, berpikiran terbuka, namun tetap berkarakter Indonesia.


Kesimpulan

Asas konsentris adalah prinsip pendidikan yang menempatkan budaya sendiri sebagai pusat dalam menerima pengaruh luar. Siswa didorong untuk terbuka terhadap pengetahuan dan budaya global, tetapi tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsanya.

Dengan memahami asas ini, para guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman namun tetap mempertahankan identitas budaya Indonesia.

Kalau kamu tengah mengikuti PPG 2025 dan ingin memahami lebih banyak soal latihan dan pembahasan lengkap setiap modulnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi penting seputar pendidikan nasional dan PPG Guru Tertentu 2025.

Baca Juga: Unsur-unsur Penting Pendidikan Karakter Anak dalam Konsep Catur Pusat Pendidikan Menurut Nyai Ahmad Dahlan: Kunci Jawaban Modul 3 PPG

Baca Juga: Menerapkan Experiential Learning dalam Pembelajaran Bersama Guru Lain: Penjelasan Lengkap dan Contoh Penerapan

FAQ

1. Apa itu asas konsentris menurut Ki Hadjar Dewantara?
Asas konsentris adalah prinsip yang menekankan bahwa pengembangan pendidikan dan kebudayaan harus tetap berpusat pada nilai serta karakter budaya sendiri. Budaya luar boleh masuk, tetapi tidak boleh menggeser identitas bangsa.


2. Apa jawaban yang benar untuk soal “Apa yang dimaksud dengan asas konsentris dalam menyikapi keberagaman dan masuknya pengaruh budaya luar?” dalam PPG 2025?
Jawaban yang benar adalah E. Menempatkan keberagaman dan pengaruh dari luar secara konsentris dengan karakter budaya sendiri sebagai pusatnya, sehingga siswa bertumbuh dan berkembang setinggi-tingginya tanpa kehilangan jati dirinya.


3. Mengapa asas konsentris penting dalam dunia pendidikan?
Karena asas ini membantu siswa dan guru tetap berakar pada budaya bangsa di tengah arus globalisasi. Prinsip ini mendorong peserta didik untuk terbuka terhadap pengetahuan baru, namun tetap mempertahankan jati diri nasional.


4. Siapa tokoh yang pertama kali memperkenalkan asas konsentris?
Asas konsentris diperkenalkan oleh Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa dan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.


5. Kapan asas konsentris mulai diterapkan dalam dunia pendidikan Indonesia?
Asas ini mulai diterapkan sejak berdirinya Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta, sebagai bagian dari filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara.


6. Apa perbedaan asas konsentris dengan asas Trikon?
Asas konsentris berfokus pada menjaga budaya sendiri sebagai pusat dalam menerima pengaruh luar. Sementara asas Trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas) menekankan pada keberlanjutan, keterpaduan, dan keseimbangan antara budaya sendiri dengan budaya luar.


7. Bagaimana penerapan asas konsentris di kelas?
Guru dapat menerapkannya dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam materi pelajaran, menggunakan contoh kontekstual dari kehidupan masyarakat sekitar, dan tetap membuka ruang bagi siswa untuk mengenal budaya global.


8. Mengapa banyak peserta PPG salah menjawab soal asas konsentris?
Karena beberapa opsi jawaban terlihat mirip dan berfokus pada siswa, padahal asas konsentris bukan hanya soal student-centered learning, melainkan juga tentang culture-centered education — pendidikan yang berpijak pada nilai budaya sendiri.


9. Apa hubungan asas konsentris dengan Filsafat Pancasila?
Keduanya sama-sama menjadi landasan pendidikan nasional. Filsafat Pancasila menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan, sementara asas konsentris memastikan nilai-nilai itu tetap menjadi pusat dalam proses pendidikan dan pengaruh luar.


10. Bagaimana asas konsentris membantu pembentukan karakter siswa?
Dengan asas ini, siswa belajar menjadi individu yang terbuka terhadap dunia luar namun tetap memiliki akar budaya yang kuat. Hal ini membentuk karakter nasionalis, mandiri, dan berintegritas di tengah arus globalisasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.