7 Hewan Langka Indonesia di Ambang Kepunahan, Akankah Kita Kehilangan Mereka?
Eko Krisyanto | 30 Juli 2025, 09:32 WIB

AKURAT.CO Indonesia, surga keanekaragaman hayati, menyimpan jutaan misteri alam yang menakjubkan. Namun, di balik kekayaan itu, tersimpan kisah pilu tentang satwa-satwa endemik yang kian terdesak.
Perburuan liar, perdagangan ilegal, hingga hilangnya habitat, menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup mereka.
Mengungkap Fakta Satwa Indonesia yang Terancam Punah
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, setidaknya ada 15 spesies satwa yang berada di ujung tanduk kepunahan. Beberapa di antaranya bahkan hanya tersisa puluhan ekor saja! Ini adalah panggilan darurat bagi kita semua untuk bertindak.
Berikut adalah 7 hewan langka yang paling memprihatinkan populasinya menurut data BPS tahun 2017:
1. Jalak Bali (leucopsar rothschildi): Dengan populasi hanya 39 ekor pada tahun 2017, Jalak Bali adalah simbol kerapuhan ekosistem kita. Burung cantik berbulu putih ini menjadi prioritas utama dalam upaya konservasi.
2. Monyet Hitam Sulawesi (macaca nigra): Hanya 63 ekor tersisa di alam liar pada 2017. Primata endemik Sulawesi ini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi dan perburuan.
3. Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae): Sang raja hutan Sumatra hanya menyisakan 68 ekor di tahun 2017. Keberadaannya krusial bagi keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis.
4. Badak (rhinoceros sondaicus & dicerorhinus sumatrensis): Populasinya yang kritis, hanya 80 ekor pada 2017, menjadikan Badak salah satu mamalia paling langka di dunia. Upaya keras dibutuhkan untuk melindungi spesies ini dari perburuan cula.
5. Elang (spesies tidak spesifik, data BPS 2017): Walaupun tidak disebutkan spesies spesifik, BPS mencatat populasi Elang hanya 82 ekor pada 2017, menunjukkan ancaman serius bagi predator puncak ini.
6. Tarsius (spesies tidak spesifik, data BPS 2017): Primata nokturnal kecil ini juga berada dalam bahaya, dengan populasi 82 ekor pada 2017. Kerusakan habitat menjadi faktor utama penurunan jumlah mereka.
7. Banteng (bos javanicus): Meskipun jumlahnya relatif lebih banyak, yakni 270 ekor pada 2017, Banteng tetap dikategorikan terancam punah. Kehilangan habitat dan perburuan menjadi ancaman utama.
Mengapa Kita Harus Peduli?
Kepunahan satu spesies bisa memicu efek domino yang merusak seluruh rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Hewan-hewan ini bukan hanya bagian dari kekayaan alam Indonesia, tetapi juga penopang kehidupan di bumi. Melindungi mereka berarti melindungi masa depan kita sendiri.
Untuk tetap menjaga agar tidak terjadinya kepunahan berikut adalah langkah yang bisa kita lakukan:
1. Dukung upaya konservasi dan berpartisipasi dalam program konservasi atau mendukung organisasi yang berjuang untuk melindungi satwa liar.
2. Laporkan kejahatan satwa liar. Jangan ragu melaporkan aktivitas perburuan atau perdagangan ilegal satwa liar kepada pihak berwenang.
3. Edukasi diri dan orang lain. Sebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa liar.
4. Pilih produk ramah lingkungan. Hindari produk yang berasal dari perusakan habitat atau eksploitasi satwa liar.
Itulah beberapa hewan yang terancam punah, sebagai informasi data tersebut merupakan hasil dari tahun 2017 untuk lebih mendapatkan update terbaru bisa langsung mengunjungi laman resmi BPS ataupun dinas lingkungan terkait pemerhati hewan.
Namun berdasarkan penelusuran kami, belum ada update terbaru tahun ini yang dikeluarkan oleh BPS dalam mendata hewan yang terancam punah.
Mari bersama-sama menjadi agen perubahan untuk menyelamatkan warisan alam Indonesia.
Bayu Aji Pamungkas (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







