Bagaimana Proses Pencernaan oleh Lisosom yang Terjadi pada Sel Darah Putih Saat Menelan Bakteri Secara Fagositosis

AKURAT.CO Fagositosis adalah mekanisme penting dalam sistem imun tubuh manusia untuk melawan infeksi dengan cara menelan dan mencerna mikroorganisme seperti bakteri.
Sel darah putih, khususnya fagosit seperti neutrofil dan makrofag, berperan aktif dalam proses ini.
Organel sel yang berperan dalam pencernaan bakteri adalah lisosom, yang mengandung berbagai enzim hidrolitik.
Artikel ini membahas proses pencernaan oleh lisosom secara detail yang terjadi pada sel darah putih saat menelan bakteri melalui fagositosis.
1. Proses Awal Fagositosis: Penangkapan dan Pembentukan Vakuola
Sel darah putih mengenali bakteri melalui reseptor pada membran selnya yang berikatan dengan molekul pada permukaan bakteri.
Setelah melekat, membran sel melingkupi bakteri dan membentuk vakuola dalam sitoplasma yang disebut fagosom. Vakuola ini berfungsi sebagai kantong penyimpan bakteri yang baru diambil ke dalam sel.
2. Peran Lisosom dalam Pencernaan Bakteri
Lisosom adalah organel yang mengandung enzim pencernaan seperti protease, lipase, nuklease, dan enzim hidrolitik lainnya.
Dalam sel darah putih, lisosom banyak ditemukan dan siap berperan saat terjadi fagositosis.
Lisosom bergerak mendekati fagosom dan kemudian membran lisosom menyatu (fusi) dengan membran fagosom membentuk fagolisosom.
3. Aktivitas Enzim Lisosom dalam Fagolisosom
Setelah fusi, enzim-enzim dari lisosom dikeluarkan ke dalam fagolisosom. Enzim-enzim ini memecah bakteri menjadi komponen yang lebih sederhana dan tidak berbahaya melalui proses kimiawi.
Selain enzim pencernaan, fagolisosom juga menghasilkan radikal bebas seperti hidrogen peroksida yang membantu membunuh mikroorganisme.
4. Pengeluaran Sisa Hasil Pencernaan
Setelah bakteri dicerna sempurna, sisa-sisa bahan bakteri yang tak terpakai disimpan dalam vesikel kecil dan diangkut menuju membran plasma.
Sel darah putih kemudian mengeluarkan limbah tersebut ke luar sel melalui proses eksositosis, sehingga tubuh terbebas dari patogen tersebut.
5. Fungsi dan Signifikansi Proses Ini
Proses pencernaan oleh lisosom saat fagositosis sangat vital dalam sistem kekebalan tubuh.
Selain membunuh dan mencerna bakteri, proses ini juga membantu membersihkan jaringan dari sel yang mati dan mendorong regenerasi jaringan.
Keberhasilan fagositosis memastikan perlindungan tubuh dari infeksi dan menjaga kesehatan organisme secara keseluruhan.
Kesimpulan
Proses pencernaan oleh lisosom pada sel darah putih selama fagositosis melibatkan penangkapan bakteri dalam vakuola fagosom, fusi lisosom dengan fagosom membentuk fagolisosom, aktivasi enzim hidrolitik untuk mencerna bakteri, dan pengeluaran sisa pencernaan melalui eksositosis.
Mekanisme ini menjadi pertahanan utama tubuh terhadap mikroorganisme patogen, menjaga kesehatan dan mencegah infeksi.
Dengan demikian, lisosom berperan krusial dalam efektivitas fungsi imun seluler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








