Akurat

Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 222 Kurikulum Merdeka: Pertempuran Surabaya hingga Ambarawa

Rahmat Ghafur | 28 April 2025, 19:00 WIB
Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 222 Kurikulum Merdeka: Pertempuran Surabaya hingga Ambarawa

AKURAT.CO Ini dia kunci jawaban IPS Kelas 9 halaman 222 berdasarkan Kurikulum Merdeka yang bisa membantu kamu dalam mengerjakan soal dengan lebih percaya diri.

Perlu diingat, kunci jawaban ini disediakan sebagai bahan referensi bagi siswa yang telah berusaha menjawab sendiri terlebih dahulu.

Tujuannya adalah agar siswa dapat mengecek, memahami, dan memperbaiki kesalahan dalam jawabannya, bukan untuk dijadikan jalan pintas.

Dengan memahami pembahasan dari setiap jawaban, diharapkan siswa bisa lebih menguasai materi dan siap menghadapi ujian dengan baik. Yuk, simak pembahasannya satu per satu di bawah ini.

Baca Juga: Inilah Kunci Jawaban Agama Islam Kelas 9 Halaman 165 Kurikulum Merdeka pada Pilihan Ganda

Soal IPS Kelas 9 Halaman 222

Aktivitas Individu

1. Cermati kembali uraian tentang upaya fisik yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan
2. Jelaskan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan upaya tersebut pada kolom berikut!

Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 222

Pertempuran Surabaya

Pertempuran diawali dengan kedatangan Brigade 49/Divisi India ke-23 tentara sekutu di bawah komando Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby pada tanggal 25 Oktober 1945 yang bertugas untuk melucuti pasukan Jepang dan menyelamatkan para tahanan perang sekutu di Indonesia.

Tetapi setelah diketahui bahwa NICA membonceng bersama rombongan tentara sekutu, muncullah pergerakan perlawanan rakyak Indonesia melawan tentara sekutu.

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran diawali dengan kedatangan tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel di Semarang pada 20 Oktober 1945 dengan tujuan untuk melucuti senjata tentara Jepang dan mengurus tawanan perang tentara Jepang yang ada di Jawa Tengah.

Dan tentara sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Indonesia.

Tanpa sepengetahuan pihak Indonesia, ternyata tentara Sekutu telah mengikutkan tentara NICA dan mempersenjatai tawanan sehingga menimbulkan kemarahan dari pihak Indonesia.

Hal ini menyebabkan terjadinya insiden yang kemudian meluas menjadi sebuah pertempuran terbuka di Magelang dan Ambarawa.

Bandung Lautan Api

Peristiwa ini diawali dengan kedatangan pasukan Sekutu yang dipimpin Brigadir Mas Donald di Kota Bandung. Mereka datang pada tanggal 12 Oktober 1945 dengan tujuan melucuti senjata tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang.

Sejak awal kedatangannya, hubungan tentara Sekutu dengan pihak Republik Indonesia sudah tidak baik. Mereka menuntut rakyat Bandung untuk menyerahkan senjata yang dirampas dari tentara Jepang.

Tuntutan tersebut tidak diindahkan oleh rakyat Bandung sehingga berakibat timbulnya berbagai bentrokan.

Sehingga Kota Bandung sengaja dibakar oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan rakyat setempat dengan maksud agar tentara Sekutu tidak dapat menggunakan kota Bandung sebagai pos-pos militer.

Medan Area

Peristiwa perlawanan rakyat terhadap tentara Sekutu yang terjadi di Medan, Sumatra Utara.

Pada tanggal 9 Oktober 1945, pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal TED. Kelly tiba di kota Medan. Kedatangan tentara Sekutu ini ternyata diboncengi oleh tentara NICA yang bertujuan mengambil alih pemerintahan.

Hal ini memicu munculnya perlawanan rakyat di kota Medan.

Pertempuran pertama meletus pada tanggal 13 Oktober 1945 antara para pemuda dengan pasukan Sekutu.

Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan ini bertujuan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia cukup kuat untuk mempertahankan kemerdekaan, meskipun ibu kotanya telah diduduki oleh Belanda.

Serangan Umum 1 Maret 1949 dilakukan oleh pasukan TNI dari Brigade 10/Webkreise III di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soeharto, dengan adanya persetujuan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta).

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D