Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Komputasional dalam Konteks Pembelajaran Informatika dan Pemecahan Masalah?

Sultan Tanjung | 12 Februari 2025, 11:30 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Komputasional dalam Konteks Pembelajaran Informatika dan Pemecahan Masalah?

AKURAT.CO Berpikir komputasional (Computational Thinking atau CT) menjadi semakin penting di era digital ini.

Awalnya terkait erat dengan ilmu komputer, kini CT diakui sebagai keterampilan penting untuk memecahkan masalah di berbagai bidang.

Dalam konteks pembelajaran informatika, CT bukan hanya tentang pemrograman, tetapi juga tentang cara berpikir sistematis dan logis untuk merumuskan masalah dan menemukan solusi yang efisien.

Artikel ini akan membahas secara mendalam pengertian berpikir komputasional dalam konteks pembelajaran informatika dan pemecahan masalah.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Optimal?

Definisi Berpikir Komputasional

Berpikir komputasional (Computational Thinking atau CT) adalah proses kognitif yang melibatkan penalaran logis di mana masalah dipecahkan, artefak, prosedur, dan sistem lebih dipahami.

CT adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika).

Ini adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah dengan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang digunakan dalam ilmu komputer.

Baca Juga: Saat Core Tax Malah Jadi Problem, Apa Yang Salah?

Sejarah dan Definisi CT oleh Jeanette Wing:

  • Istilah Computational Thinking diperkenalkan oleh Jeanette Wing pada Maret 2006. Ia mendefinisikannya sebagai penyelesaian masalah, perancangan sistem, dan pemahaman perilaku manusia dengan menggambarkan konsep dasar ke dalam ilmu komputer.
  • Pada tahun 2011, Wing memperbarui definisinya:

    "Computational Thinking adalah proses berpikir yang diperlukan dalam memformulasikan masalah dan solusinya, sehingga solusi tersebut dapat menjadi agen pemroses informasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah."

Aspek Penting dari Definisi Berpikir Komputasional:

  • Proses Pemikiran: CT adalah sebuah proses pemikiran yang tidak tergantung pada teknologi.
  • Metode Pemecahan Masalah: CT adalah metode penyelesaian masalah yang dirancang untuk dapat dijalankan oleh manusia, komputer, atau keduanya.
  • Sistematis dan Logis: CT melibatkan proses berpikir yang sistematis dan logis.
  • Solusi Optimal: CT bertujuan untuk menemukan solusi yang efisien, efektif, dan optimal.

Baca Juga: Fasilitas Apa yang Disediakan ITS untuk Memudahkan Mahasiswanya Mencari Pekerjaan? Simak 4 Program Unggulan Ini

Komponen Berpikir Komputasional

Terdapat empat konsep landasan dalam berpikir komputasional:

  1. Dekomposisi (Decomposition)
    Teknik memecahkan masalah besar atau sistem yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.

    • Analisis: Memecah masalah menjadi beberapa bagian.
    • Sintesis: Menyatukan kembali bagian-bagian kecil tersebut menjadi solusi lengkap.
  2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
    Teknik mencari kesamaan di antara dan di dalam masalah dengan masalah lainnya.

    • Melibatkan pengamatan pola, kecenderungan, atau tren yang muncul.
    • Membantu dalam membuat prediksi dan generalisasi solusi.
  3. Abstraksi (Abstraction)
    Teknik berfokus pada informasi penting saja dan mengabaikan detail yang tidak relevan.

    • Abstraksi membantu menyederhanakan masalah dengan menyingkirkan bagian-bagian yang tidak perlu.
    • Fokus pada elemen inti dari suatu masalah.
  4. Algoritma (Algorithms)
    Teknik mengembangkan solusi langkah demi langkah untuk memecahkan masalah, atau aturan yang harus diikuti untuk menyelesaikan masalah.

    • Desain algoritma melibatkan pembangunan instruksi langkah demi langkah secara logis.
    • Algoritma harus efisien, efektif, dan dapat diulang.

Baca Juga: Anak Selalu Meniru Apa yang Orang Tua Lakukan

Karakteristik Berpikir Komputasional

Selain komponen-komponen di atas, berpikir komputasional juga memiliki karakteristik khas:

  • Mendasar Bukan Menghapal: Memahami konsep dasar dengan baik, sehingga dapat menemukan solusi dalam suatu permasalahan.
  • Sesuai dengan Konsep Bukan Hanya Pemrograman: Memahami konsep ilmu komputer secara menyeluruh, bukan sekadar kemampuan dalam pemrograman.
  • Logis dan Sistematis: Melibatkan proses berpikir yang logis dan sistematis dalam menyelesaikan masalah.
  • Efisien dan Optimal: Berfokus pada solusi yang efisien dan optimal dalam hal waktu dan sumber daya yang digunakan.

Penerapan Berpikir Komputasional

Berpikir komputasional dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu, seperti ilmu pengetahuan alam, humaniora, dan matematika.

CT dapat digunakan untuk:

  • Mengidentifikasi masalah yang kompleks dan memecahnya menjadi tugas dan langkah sederhana.
  • Mencari pola dan hubungan antara data untuk menemukan solusi yang efektif dan efisien.
  • Merancang algoritma yang menyelesaikan masalah dengan cara yang logis dan sistematis.

Baca Juga: Meta Mulai Uji Coba Iklan di Threads, Pengguna Mulai Berpikir Ulang

Contoh Penerapan Berpikir Komputasional

Berikut adalah beberapa contoh penerapan berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari:

  • Dekomposisi dalam Penugasan Pentas Seni:
    Siswa membagi tugas dalam kegiatan pentas seni:

    • Si A menyiapkan panggung.
    • Si B menjadi aktor.
    • Si C mencari dana.
  • Pengenalan Pola dalam Investasi Saham:
    Seorang pemain saham mengenali pola harga:

    • Membeli saham saat harga turun.
    • Menjual saham saat harga naik.
  • Algoritma dalam Memasak:
    Membuat mie instan dengan mengikuti langkah-langkah secara berurutan:

    • Rebus air hingga mendidih.
    • Masukkan mie ke dalam air mendidih.
    • Tambahkan bumbu dan aduk hingga merata.

 

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Lembaga Sosial dan Berikan Contohnya Menurut Horton dan Hunt

Berpikir komputasional dalam konteks pembelajaran informatika dan pemecahan masalah adalah metode berpikir sistematis dan logis yang melibatkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.

CT bukan hanya tentang pemrograman, tetapi tentang kemampuan memecahkan masalah secara efektif dan efisien di berbagai bidang.

Dengan mengembangkan keterampilan Computational Thinking, seseorang dapat menjadi pemecah masalah yang handal dan inovatif di era digital ini.

Berpikir komputasional membantu dalam memahami masalah secara lebih mendalam dan menemukan solusi yang optimal.

Dalam dunia yang semakin terhubung dengan teknologi, kemampuan berpikir komputasional menjadi kompetensi kunci yang diperlukan dalam pendidikan dan pekerjaan di masa depan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.