Akurat Logo

Bukan Hanya Telur Mentah, Ini Makanan yang Tidak Boleh Diberikan kepada Bayi

Redaksi Akurat | 12 Oktober 2026, 22:19 WIB
Bukan Hanya Telur Mentah, Ini Makanan yang Tidak Boleh Diberikan kepada Bayi
Bukan Hanya Telur Mentah, Ini Makanan yang Tidak Boleh Diberikan kepada Bayi

AKURAT.CO Saat bayi memasuki usia enam bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada tahap ini, orang tua perlu lebih cermat memilih makanan yang diberikan kepada Si Kecil, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizinya, tetapi juga untuk menjaga kesehatannya.

Meski terlihat sehat dan bergizi, ternyata ada beberapa makanan yang belum aman dikonsumsi bayi pada usia tertentu. Mulai dari madu hingga telur mentah, makanan tersebut memiliki risiko yang perlu diketahui orang tua sebelum menyusun menu MPASI.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut lima makanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi atau perlu dihindari pada usia tertentu.

Baca Juga: Catat Batas Aman Gula dan Garam dalam MPASI Bayi, Panduan Penting untuk Orang Tua!

1. Madu

Madu sering dianggap sebagai bahan alami yang menyehatkan. Namun, makanan ini tidak boleh diberikan kepada bayi yang berusia di bawah satu tahun.

Madu berpotensi mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi. Penyakit ini tergolong serius karena dapat mengganggu sistem saraf dan menyebabkan kelemahan otot.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menambahkan madu ke dalam bubur, minuman, maupun makanan lain yang dikonsumsi bayi sebelum berusia 12 bulan.

2. Telur Mentah atau Setengah Matang

Telur merupakan sumber protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan bayi. Namun, cara pengolahannya juga perlu diperhatikan.

Telur mentah atau setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejalanya bisa berupa diare, muntah, demam, hingga sakit perut.

Bukan berarti bayi tidak boleh makan telur sama sekali. Orang tua tetap bisa menjadikannya sebagai menu MPASI, asalkan telur dimasak hingga putih dan kuningnya matang sempurna serta disajikan dengan tekstur yang sesuai.

3. Makanan Tinggi Garam

Tanpa disadari, beberapa makanan sehari-hari mengandung garam dalam jumlah cukup tinggi. Contohnya mi instan, sosis, keripik, dan makanan olahan lainnya.

Bagi bayi, asupan garam berlebihan perlu dihindari karena ginjalnya masih berkembang. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya tidak menambahkan garam secara berlebihan ke dalam MPASI maupun menjadikan makanan olahan tinggi natrium sebagai menu Si Kecil.

Sebagai gantinya, orang tua bisa memanfaatkan rasa alami dari sayuran, daging, atau bumbu yang sesuai untuk membuat makanan tetap lezat tanpa tambahan garam berlebihan.

4. Makanan dengan Tambahan Gula

Bayi sebenarnya tidak membutuhkan tambahan gula dalam MPASI. Memberikan makanan yang terlalu manis sejak dini juga dapat membuat bayi terbiasa dengan rasa manis.

Beberapa makanan yang perlu dibatasi antara lain permen, biskuit manis, kue dengan banyak gula, serta minuman berpemanis.

Jika ingin mengenalkan rasa manis, orang tua bisa memilih buah yang disiapkan sesuai kemampuan makan bayi, misalnya pisang matang yang dilumatkan. Selain memberikan rasa manis alami, buah juga mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: MPASI Sebaiknya Dibuat Sendiri di Rumah

5. Makanan yang Berisiko Membuat Bayi Tersedak

Selain kandungan gizinya, bentuk dan tekstur makanan juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Makanan yang terlalu keras, bulat, atau berukuran besar dapat membuat bayi tersedak.

Beberapa contohnya adalah kacang utuh, popcorn, anggur utuh, serta potongan wortel mentah yang keras.

Untuk mengurangi risikonya, orang tua perlu menyesuaikan bentuk dan tekstur makanan dengan kemampuan bayi. Anggur, misalnya, perlu dipotong memanjang menjadi bagian kecil yang aman, sedangkan wortel sebaiknya dimasak hingga lunak. Kacang utuh dan popcorn tidak boleh diberikan kepada bayi.

Selama makan, bayi juga perlu berada dalam posisi duduk tegak dan selalu diawasi oleh orang dewasa.

Dalam memilih makanan untuk MPASI memang membutuhkan perhatian ekstra. Selain memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi, orang tua juga perlu mengetahui makanan yang berisiko bagi kesehatan Si Kecil.

Madu untuk bayi di bawah satu tahun, telur mentah, makanan tinggi garam dan gula, serta makanan yang berisiko menyebabkan tersedak perlu dihindari sesuai dengan jenis dan usia bayi.

Bukan berarti pilihan menu MPASI menjadi terbatas. Orang tua tetap bisa mengenalkan berbagai bahan makanan bergizi sejak usia enam bulan, selama diolah dengan benar dan disajikan dengan tekstur yang aman. Jika masih ragu menentukan menu MPASI, jangan segan berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R